Lebak (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lebak, Banten mencatat produksi jagung periode Maret sampai September 2025 sebanyak 977 ton melalui kelompok tani (koptan) binaannya di daerah itu.
"Kita minta petani dapat meningkatkan penambahan luas tanam jagung," kata Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Lebak, AKP R Ampri di Lebak, Kamis.
Saat ini, produksi jagung dari panen Maret sampai September 2025 tercatat sebanyak 977 ton dari area tanam 321 hektare.
Namun, produksi panen terbesar pada Maret 2025 sebanyak 804 ton dari area tanam 300 hektare pada Desember 2024 lalu.
Produksi jagung itu berbentuk biji dan dijual ke pihak Bulog, swasta dan perusahaan peternakan unggas dengan harga bervariasi antara Rp5.000 sampai Rp6.400 per kilogram.
"Kami meyakini produksi jagung itu dapat menumbuhkan pendapatan ekonomi petani," katanya.
Baca juga: Dukung swasembada pangan, Polda Banten hasilkan jagung 2.540 ton
Menurut dia, Polres Lebak memiliki komitmen tinggi guna mendukung program swasembada jagung dengan melakukan pemetaan lahan yang tersebar di 340 desa dan 5 kelurahan.
Dari pemetaan lahan itu jika petani menanam jagung rata-rata 2 hektare per desa/kelurahan, maka total 690 hektare.
Namun, pemetaan lahan tersebut melebihi hingga 722,25 hektare di 25 Polsek.
Penanaman jagung pada kuartal III di 28 kecamatan baru terealisasi 432 hektare dan sisanya belum dilakukan penanaman, karena kekurangan calon petani dan calon lokasi (CPCL).
Selain itu juga Polres Lebak melakukan penambahan luas tanam 87 hektare di lima kecamatan antara lain Kecamatan Cijaku 10 hektare, Cigemblong 10 hektare, Maja 74 hektare, Cimarga 8 hektare dan Wanasalam 5 hektare.
Baca juga: Serapan jagung Polres Serang ke Bulog tertinggi di Banten
Penambahan luas tanam jagung tersebut dialokasikan oleh Provinsi Banten dalam pengadaan benih dan pupuk kepada kelompok tani dan akan dilaunching Desember 2025 oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang dipusatkan di Jawa Tengah.
"Kami berharap target produksi jagung meningkat di atas 977 ton, karena belum semua memasuki masa panen," katanya.
Ketua Gapoktan Desa Sangiang Tanjung Kabupaten Lebak Lesmana Kusuma mengatakan pihaknya kini menghasil produksi jagung dari tanam seluas 6 hektare yang melibatkan tujuh kelompok tani.
Produksi jagung benih varietas NK itu menguntungkan pendapatan ekonomi petani dengan rata -rata 4 ton per hektare.
"Kami menanam jagung itu dengan kerja sama kepolisian setempat untuk mendukung program swasembada jagung," katanya.
Baca juga: Imigrasi Banten jadikan gerakan tanam jagung strategi cegah TPPO-TPPM
