Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten meminta 43 puskesmas di daerah itu menggencarkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan melakukan jemput bola pada masyarakat untuk mempersiapkan generasi yang unggul, tangguh dan sehat.
"Kita berharap pelaksanaan program CKG yang digagas Presiden Prabowo Subianto sukses dan berjalan lancar," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Endang Komarudin di Lebak, Kamis.
Petugas puskesmas di Kabupaten Lebak sejak Februari sampai Oktober 2025, mencatat realisasi CKG sebanyak 134.655 orang dan masuk kategori terbesar kelima di Provinsi Banten.
Pencapaian realisasi program CKG tersebut hingga saat ini masih di bawah 15 persen dari jumlah penduduk Lebak sekitar 1,5 juta jiwa.
Baca juga: Dinkes Lebak kolaborasi dengan PKK dan majelis taklim sukseskan CKG
Oleh karena itu, pihaknya minta 43 puskesmas agar mengoptimalkan pelayanan CKG dengan jemput bola ke berbagai kalangan, mulai masyarakat, sekolah, perguruan tinggi, pondok pesantren, komunitas, dan tempat-tempat umum, seperti terminal, pasar dan lainnya.
Begitu itu juga petugas puskesmas mendatangi instansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, Lembaga Pemasyarakatan dan perusahaan BUMN.
Pengoptimalan pelayanan dapat meningkatkan realisasi CKG dan diharapkan Lebak bisa menjadi tiga besar di Banten.
Pihaknya mengajak seluruh masyarakat dan berbagai instansi pemerintah maupun swasta dan BUMN menjalani program CKG, karena sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan.
Baca juga: Hingga Oktober, 329.898 warga Kota Tangerang sudah manfaatkan CKG
Dalam program CKG, di antaranya dilakukan pemeriksaan jantung, gigi, berat badan, telinga, tes darah, dan deteksi faktor risiko penyakit.
Selain itu, juga deteksi dini dan mencegah penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, gula darah, kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, obesitas sentral atau lingkar perut.
Bila mereka teridentifikasi positif mengidap penyakit gula, jantung, darah tinggi dapat menjalani pengobatan rutin lanjutan di rumah sakit.
"Saya kira program CKG itu untuk mencegah agar masyarakat tidak terkena risiko penyakit di kemudian hari, serta untuk menghindari adanya komplikasi yang terjadi," kata Endang.
Baca juga: Atasi kendala NIK Program CKG, Dinkes Kota Serang gandeng Disdukcapil
Ia mengatakan pihaknya dalam waktu dekat melakukan pemeriksaan CKG massal pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lebak pada 2 Desember 2025.
Pemerintah daerah menargetkan program CKG sebanyak-banyaknya untuk mempersiapkan generasi bangsa yang unggul, tangguh dan sehat.
"Kita mengajak seluruh komponen masyarakat, sekolah, lembaga agama, pondok pesantren, hingga organisasi perangkat daerah dilakukan pemeriksaan CKG," katanya.
Jamilah (45), warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku sudah dilakukan CKG oleh petugas puskesmas setempat dengan hasil sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit.
"Kita merasa lega setelah dilakukan CKG, tidak memiliki riwayat penyakit tidak menular setelah beberapa hari kerap kali kondisi tubuh lemas," ujarnya.
Baca juga: "Ngider Sehat" di Tangerang Selatan sejalan program CKG
