Lebak (ANTARA) - Sebanyak 20 peserta lomba lukis di Kabupaten Lebak, Banten memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Palang Merah Indonesia yang digelar di Pasir Ona Rangkasbitung.
Ketua Panitia Penyelenggara Lomba Lukis HUT Ke-67 PMI Kabupaten Lebak Ayu Dian Maulida di Lebak, Rabu, mengatakan seluruh peserta itu sebanyak 173 orang, namun setelah diseleksi tinggal 20 orang.
Para peserta lomba lukis itu dari Palang Merah Remaja (PMR) di tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Lebak.
Penilaian tema lukisan tersebut wajib menggambarkan sejarah PMI sebagai relawan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, juga kecelakaan.
Baca juga: Pemkot Tangerang tingkatkan dana hibah untuk PMI jadi Rp1,1 miliar
Lomba lukis tersebut bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa, khususnya yang memiliki ketrampilan menggambar/melukis.
"Kami berharap lomba ini dapat melahirkan siswa-siswi berprestasi dalam bidang lukisan," kata Ayu.
Indah, peserta dari SMPN 1 Cibadak Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya melukis pohon kamboja yang terdapat palang merah dengan memiliki makna yang luas untuk membantu kemanusiaan.
Dimana tanaman kamboja itu kebanyakan tumbuh di pemakaman, sedangkan palang merah relawan penolong kemanusiaan.
Baca juga: Delegasi DAG-IFRC kagumi manajemen organisasi relawan PMI Banten
Artinya, ujar dia, palang merah itu berperan membantu pertolongan kemanusiaan, sebelum manusia meninggal.
"Kita menggambar bahwa relawan kemanusiaan sangat mulia untuk membantu manusia yang terdampak bencana maupun kecelakaan," katanya.
Ketua PMI Kabupaten Lebak Asep Komar mengatakan pihaknya melaksanakan kegiatan lomba lukis tersebut untuk mengembangkan bakat dan minat siswa, sehingga dapat berprestasi di bidang melukis.
"Nantinya hasil lomba lukis tersebut, yang terbaik akan dipasang di Markas PMI Pasir Ona Rangkasbitung," kata Asep.
Baca juga: PMI Banten gelar aksi kemanusiaan di kawasan eks kesultanan
