Serang (ANTARA) - Sebanyak 135 santri dari SMA Nurul Fikri Yayasan Pesantren Ibnu Salam Nurul Fikri diterjunkan untuk melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) selama 10 hari di tiga kecamatan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas di Serang, Senin, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Serang untuk turut mendukung program PPM tersebut.
"Pemkab Serang mengapresiasi sebagai bukti komitmen dasar pendidikan di daerah ini memiliki semangat yang sama untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat," katanya.
Baca juga: Peringati Hari Santri, PT IKPP Serang wakafkan 1.000 Mushaf Al-Qur'an
Ia berharap dinas-dinas terkait, seperti DPMD, Dinsos, Diskoumperindag, dan Dinkes dapat mendampingi program tersebut, sehingga hasil PPM di lapangan dapat menjadi masukan bagi program pemerintah.
"Jadi, terkait hasil PPM bisa menjadi masukan atas aspirasi masyarakat yang diajukan kepada dinas terkait, contohnya infrastruktur di pedesaan," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Pesantren Ibnu Salam Nurul Fikri Serang M. Kholisul Ibad mengatakan program pengabdian ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang telah berlangsung selama 12 tahun.
"Untuk tahun ini sebanyak 135 siswa yang mengikuti PPM dibagi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cinangka, Padarincang dan Ciomas," katanya.
Baca juga: MUI Lebak sebut Ponpes berperan penting atasi kemiskinan
Selama pengabdian, para santri kelas 11 ini akan tinggal di tengah masyarakat untuk membantu berbagai kegiatan, mulai dari menghidupkan mushalla dan masjid hingga mengajar ngaji anak-anak.
"Kita juga akan menggelar bhakti sosial berupa pemberian baju layak pakai, sembako dan pengobatan gratis untuk masyarakat," ujarnya.
Kholisul menjelaskan tujuan utama PPM ini adalah untuk menumbuhkan rasa kepedulian para santri agar mau membantu dan berkorban untuk orang lain, sekaligus membangun silaturahim dengan masyarakat.
Baca juga: Santri dinilai berperan penting menjaga kemerdekaan dan moral bangsa
