Serang (ANTARA) - SDN Cirangkong 1 di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten menerapkan sistem belajar bergantian bagi siswa karena kekurangan ruang kelas yang layak pakai.
Kepala SDN Cirangkong 1, Pe'i, di Serang, Jumat, menjelaskan bahwa sistem bergantian ini diterapkan untuk siswa kelas 1 dan kelas 2.
"Kelas 1 masuk pagi dari jam 07.30 sampai 09.30 WIB. Kelas 1 kan pulang, gantinya kelas 2, dari jam 09.30 sampai jam 12.15 WIB," katanya.
Baca juga: DKBPPPA Kabupaten Serang edukasi cegah kekerasan pada anak di 70 sekolah
Penerapan sistem shift ini terpaksa dilakukan karena kurangnya ruang kelas serta kondisi bangunan yang mengalami kerusakan.
Pe'i yang mulai bertugas pada September 2021 menyebut kondisi sekolah saat itu sudah memprihatinkan.
Menurut dia, hampir seluruh bangunan mengalami kerusakan, mulai dari jendela dan lisplang yang keropos, hingga plafon yang bolong. Kondisi terparah terjadi saat hujan.
"Kalau hujan itu bocor. Kelas 1, kelas 2, atau kelas 3, itu sama bocor," ungkapnya.
Pe'i mengatakan bahaya bahkan mengintai siswa saat belajar. Plafon di ruang kelas empat pernah ambruk saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban.
Baca juga: Orang tua siswa SMAN 1 Cimarga cabut laporan polisi usai mediasi
Kondisi ini, lanjutnya, telah menimbulkan kekhawatiran dari para orang tua murid. Bahkan, ada orang tua yang membatalkan pendaftaran anaknya setelah melihat langsung kondisi sekolah yang rusak.
"Jumlah seluruhnya ada 164 siswa di sekolah, karena pada tahun ajaran baru kemarin dua orang membatalkan pendaftaran anaknya setelah melihat langsung kondisi sekolah yang rusak begini," imbuhnya.
Pihak sekolah, kata Pei, sudah berulang kali mengajukan usulan perbaikan ke dinas terkait, setidaknya tiga sampai empat kali. Ia mendapat informasi bahwa perbaikan akan dilakukan melalui program revitalisasi total, namun diperkirakan baru terealisasi pada 2026.
"Harapannya cepat-cepat dibangun sekolahnya supaya ada nyaman, baik itu gurunya atau siswanya. Biar pembelajaran juga nyaman," tutupnya.
Baca juga: Mensos targetkan 500 ribu keluarga mandiri lewat Sekolah Rakyat
