Tangerang (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mendukung Komisi Informasi (KI) untuk melakukan tata kelola keterbukaan informasi publik terkait masyarakat yang semakin kritis atas kebutuhan sumber informasi.
"KI harus menentukan strategi dan arah dalam merespon perkembangan informasi yang sangat dinamis. Sebab semua orang kini bisa memproduksi informasi dari berbagai platform media," kata Wamen Komdigi Nezar Patria dalam acara Rakornas Komisi Informasi di Kota Tangerang Senin.
Nezar mengatakan tugas KI ke depan semakin menantang dalam perkembangan informasi digital saat ini. Sebab sumber informasi menyebar dengan cukup masif.
Maka itu momentum Rakornas yang dihadiri Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari berbagai daerah sangat tepat untuk merumuskan kebijakan.
Baca juga: AI Experience Center Jayapura Papua, pertama di Indonesia Timur
Sehingga informasi yang disampaikan kepada publik satu arah khususnya dalam mengawal program strategis utama Presiden Prabowo Subianto.
"Komdigi siap berkolaborasi dalam mewujudkan tata kelola informasi yang baik, termasuk memberikan pelatihan kepada SDM agar bisa mengelola informasi di tengah lanskap digital," katanya.
Ketua KI Pusat Donny Yoesgiantoro menyampaikan keterbukaan informasi menjadi instrumen penting dalam menjaga demokrasi dan stabilitas negara.
Dengan akses terhadap informasi yang luas, akurat dan terpercaya, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar.
"Keterbukaan informasi publik merupakan kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat dan memperkuat ketahanan bangsa di era digital," katanya.
Baca juga: Aprindo gandeng Komdigi pantau transaksi belanja di "Holiday Sale 2025"
