Tangerang (ANTARA) - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Banten Suggiharto Achmad Bagdja mengatakan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) bukan sekadar kewajiban administratif tapi instrumen penting dalam membaca denyut nadi investasi di daerah.
Menurut dia dengan adanya LKPM, maka Pemkot bisa melihat berapa tenaga kerja terserap, apa saja yang diproduksi, hingga kendala yang dihadapi pelaku usaha.
"Data ini menjadi bahan berharga bagi pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada dunia usaha," kata Sugiharto dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) LKPM di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis.
Sementara itu kegiatan Bimtek diikuti oleh 95 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari industri, perdagangan, jasa, kesehatan, hingga perhotelan.
Baca juga: Gubernur Banten: pemenuhan gizi investasi generasi masa depan
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman mengatakan investasi di kota Tangerang menunjukkan tren kenaikan. Pada Triwulan II 2025, nilai investasi yang masuk mencapai Rp8,21 triliun dan menjadikan Kota Tangerang sebagai daerah dengan kontribusi investasi terbesar di Provinsi Banten.
"Dalam dua triwulan pertama 2025 kita telah merealisasikan Rp12,58 triliun atau 83,21 persen dari target tahun ini. Angka ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Kota Tangerang sangat tinggi. Tugas kita adalah memastikan iklim investasi semakin nyaman, aman, dan kondusif," ujar Herman.
Herman menambahkan keunggulan Kota Tangerang tidak hanya ditopang oleh letaknya yang strategis dekat Bandara Internasional Soekarno–Hatta, tetapi juga oleh dukungan infrastruktur yang memadai, kualitas sumber daya manusia, serta kemudahan layanan perizinan yang terus ditingkatkan.
"Visi kita jelas, yakni menjadikan Kota Tangerang sebagai kota yang kolaboratif, maju, berkelanjutan, dan berakhlakul karimah. Investasi menjadi salah satu pintu utama untuk mewujudkan visi tersebut," lanjutnya.
Target RPJMD Kota Tangerang 2025 untuk realisasi investasi, yakni sebesar Rp15,11 triliun dan hingga semester satu telah tercapai Rp12,58 triliun atau 83,21 persen terdiri dari PMDN Rp8,98 triliun dan PMA sebesar Rp3,6 triliun.
Baca juga: Kehadiran Kota Mandiri Petals di Tangerang tingkatkan nilai investasi
