Serang (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengajak pemerintah daerah (pemda) termasuk di Banten melakukan tes urine pada seluruh aparatur sipil negara (ASN) sebagai upaya mewujudkan birokrasi yang bersih dari narkoba.
“Kalau bisa Pak Gubernur, tes urine seluruh ASN. Siap nggak kira-kira? Harus kita mulai dari kita. Ini adalah wujud bahwa kita harus bersih dari diri sendiri untuk melayani masyarakat,” kata Suyudi dalam arahannya di Serang, Rabu.
Ia menegaskan BNN sudah mencontohkan dengan melakukan tes urine terhadap seluruh pejabat dan pegawai, mulai dari eselon I, II, hingga jajaran BNN provinsi dan kabupaten/kota. “Kita mulai dari Kepala BNNP, semua eselon, sampai ke daerah. Tes urine dulu,” katanya.
Baca juga: Irjen Pol Suyudi Ario Seto diproyeksikan jadi Kepala BNN
Menurut Suyudi, langkah tersebut penting karena prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia masih sangat memprihatinkan. “Tahun 2023 berdasarkan data BRIT ada 3,3 juta pengguna narkotika. Itu baru yang terdata, yang tidak terdata pasti lebih banyak,” ujarnya.
Ia juga menyinggung ancaman serius dari narkoba jenis baru, termasuk New Psychoactive Substances (NPS) yang sudah teridentifikasi sebanyak 130 jenis di Indonesia. “Bandar narkoba kini bahkan menyusupkan narkotika ke dalam rokok elektrik. Dari 300 sampel yang diuji, 12 di antaranya mengandung narkotika,” ungkapnya.
Menurut dia, penyelundupan narkoba tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar, melalui jalur laut maupun pelabuhan tikus. “Narkotika masuk dari Aceh, Sumatera, dan negara-negara kawasan Golden Triangle. Peredarannya begitu cepat,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen daerah memperkuat pencegahan, mulai dari keluarga hingga komunitas. “Upaya mencegah sangat penting, harus sampai ke kesatuan terdepan, yaitu keluarga,” katanya.
Suyudi menegaskan perang melawan narkoba bukan lagi perang fisik, melainkan proxy war yang menyasar generasi muda. “Kita harus menjaga betul agar generasi 2045 menjadi Indonesia Emas, bukan korban narkoba,” katanya.
Baca juga: BNN ungkap narkoba jenis baru berkedok vape pods
