Tangerang (ANTARA) - Dua pelajar binaan Codero Education berhasil menjadi juara pada olimpiade robot atau World Robot Olympiade (WRO) Indonesia 2025 dengan menciptakan Aura Link atau Your Voice Your Control yakni smart house berbasis Voice Recognition Sensor AI untuk membantu para orang tua dan penyandang disabilitas
"Fungsinya untuk mengontrol lampu, pintu, garasi dan lainnya sehingga memudahkan para pengguna tanpa harus kontak fisik yang bisa menyebabkan bahaya bagi orang tua atau penyandang disabilitas," kata Trainer Codero Indonesia Anas Nasrullah di Tangerang, Kamis.
Usai juara, lanjut Anas, keduanya berhak melaju ke tingkat Internasional yang berlangsung di Singapura. Hal Ini adalah langkah besar bagi Codero dan para inovator muda Indonesia.
"Semoga prestasi ini bisa menginspirasi lebih banyak siswa untuk berani bermimpi, berinovasi, dan berprestasi," katanya.
Baca juga: Ecovacs hadirkan robot pembersih yang mampu jangkau sudut ruang
World Robot Olympiad (WRO) Indonesia 2025 berlangsung pada tanggal 22 – 24 Agustus 2025 di Institut Teknologi Surabaya (ITS). Tim Codero yang terdiri atas Raden Matahari Terbit Wirasendjaja dan Avicenna Nordica Agung sukses meraih juara 1 pada kategori Future Innovators Elementary.
Anas mengatakan dua inovator tersebut berhasil mempersembahkan karya inovatif yang memukau para juri serta mengalahkan berbagai tim dari seluruh Indonesia. Keduanya menampilkan proyek yang menunjukkan kreativitas, problem solving, serta kemampuan teknologi yang luar biasa.
Dengan prestasi ini, murid Codero selangkah lebih dekat menuju panggung internasional WRO, dan membawa semangat ke level dunia.
“Sebagai pelatih yang mendampingi Matahari dan Kavis, saya merasa sangat bangga atas capaian luar biasa ini. Pengalaman pertama kami di ajang WRO ini menjadi bukti bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan kolaborasi yang solid, impian besar dapat terwujud," katanya.
Baca juga: Robot K9 unjuk kemampuan deteksi bahan peledak di Monas
Head of Codero Indonesia Arif PG menambahkan perjalanan menuju juara satu pada kategori Future Innovators Elementary ini tidaklah mudah. Di balik keberhasilan ini ada proses panjang berupa riset, latihan intensif, dan berjam-jam evaluasi untuk menyempurnakan ide dan eksekusi proyek.
Dukungan penuh dari tim Cedoro juga menjadi kunci penting yang memberi semangat dan dukungan terbaik selama persiapan.
Kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih menantang menuju tingkat Internasional di Singapura.
"Saya berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi tidak hanya bagi tim kami, tetapi juga bagi generasi muda Indonesia lainnya untuk terus berinovasi, berani bersaing, dan mengharumkan nama bangsa di kancah global," katanya.
Sementara itu Raden Matahari Terbit Wirasendjaja mengaku senang terlibat dalam ajang bergengsi ini meski harus berulang membuat robot
"Ini adalah pengalaman pertama aku dalam mengikuti lomba robot WRO dan nggak nyangka bisa Juara 1 Future Innovators level Elementary. Rasanya campur aduk, bangga, seneng, dan juga makin semangat buat terus belajar bikin robot yang lebih keren lagi. Buat aku, juara ini bukan akhir, tapi awal untuk bikin ide-ide baru yang bisa bermanfaat," katanya
Baca juga: Codero dan STEM Malaysia kerja sama jadikan anak-anak pencipta teknologi
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026