Tangerang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal salah satunya tepung mocaf atau modified cassava flour sebagai pengganti terigu.
Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun di Tangerang, Selasa, mengatakan penggunaan tepung mocaf menjadi langkah mendukung diversifikasi pangan serta meningkatkan nilai tambah dari hasil olahan singkong yang banyak tersedia di daerah.
“Pemanfaatan tepung mocaf merupakan salah satu cara kita mengurangi ketergantungan pada terigu. Selain lebih sehat dan ramah lingkungan, produk olahan berbahan mocaf juga bisa menjadi daya tarik baru untuk pasar kuliner,” kata Muhdorun dalam acara pelatihan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal di Kelurahan Cipadu Jaya Kecamatan Larangan, Selasa.
Baca juga: Cegah oplosan, DKP Kota Tangerang siapkan uji sampel beras di pasar
Ia mengatakan pada pelatihan kali ini, peserta diajak mempraktikkan pembuatan kue brownies, nastar dan sifon dengan bahan utama tepung mocaf atau modified cassava flour sebagai pengganti terigu.
Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan warga, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.
Melalui kegiatan ini, DKP Kota Tangerang berharap masyarakat semakin mandiri, kreatif dan mampu memanfaatkan potensi pangan lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus perekonomian keluarga.
"Peserta yang hadir terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan bahan, teknik pengolahan, hingga tips pengemasan agar produk lebih menarik dan bernilai jual," katanya.
Nita Yulita, salah satu peserta mengaku mendapat pengalaman berharga dari pelatihan ini dan mengetahui manfaat mengenai tepung mocaf
“Selama ini saya belum pernah coba bikin kue dengan tepung mocaf. Ternyata hasilnya enak juga, bahkan bisa jadi ide usaha baru yang lebih sehat dan berbeda dari yang lain,” katanya.
Baca juga: Pastikan aman dikonsumsi, Pemkot Tangerang gelar pemeriksaan pangan
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.