Serang (ANTARA) - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang akan dibangun di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten dirancang untuk mampu mengolah 1.200 ton sampah per hari, yang diyakini akan menjadi solusi tuntas bagi persoalan sampah di wilayah tersebut.

Bupati Serang, Ratu Rachmatu Zakiyah di Serang, Senin, mengatakan kapasitas besar tersebut menjadikan PSEL sebagai program strategis untuk penanganan sampah jangka panjang sekaligus sebagai sumber energi baru.

"Ini bisa menyelesaikan persoalan sampah karena memang PSEL itu butuh 1.200 ton sampah per hari," ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Serang siapkan lahan 5 ha untuk proyek olah sampah jadi listrik

Ia menjelaskan, untuk mendukung realisasi Program Strategis Nasional (PSN) itu, Pemkab Serang saat ini tengah fokus pada penyiapan lahan seluas lima hektare di Desa Luwuk, Kecamatan Mancak.

"PSEL adalah program pemerintah pusat yang akan dilaksanakan pada 2026, karena itu kita fokuskan menyiapkan lahan," ujarnya.

Proses pengadaan lahan tersebut, lanjutnya, sedang berjalan melalui mekanisme tukar guling (ruilslag) dengan PT Krakatau Sarana Indonesia (KSI). Pihaknya menargetkan proses administrasi lahan dapat rampung pada akhir tahun 2025.

Setelah lahan siap, pembangunan fisik akan dimulai pada 2026 dan diperkirakan membutuhkan waktu operasional selama dua tahun.

"Kurang lebih dua tahun persiapan sampai bisa digunakan," katanya.

Sambil menunggu proyek PSEL terealisasi, ia menambahkan bahwa pemerintah daerah telah meminta seluruh desa untuk melakukan penanganan sampah secara mandiri melalui surat edaran, dengan memanfaatkan anggaran dana desa untuk pengelolaan lingkungan.

Baca juga: Pemkot Tangerang siapkan lahan lima hektare untuk pembangunan PSEL



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026