Lebak (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menyebut produksi pertanian seperti palawija dan umbi-umbian dapat menjadi pengganti makanan alternatif untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat di daerah itu.
"Kami minta masyarakat tidak hanya ketergantungan beras saja sebagai makanan pokok, tetapi produksi palawija dan umbi-umbian bisa dijadikan makanan alternatif," kata Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Benu Dwiyana dalam keterangan di Lebak, Kamis.
Produksi palawija dan umbi-umbian memiliki kandungan gizi dan karbohidrat yang tinggi dan bisa menggantikan konsumsi beras.
Produksi palawija, seperti jagung, kacang tanah, dan umbi-umbian di antaranya talas, singkong, ubi jalar, sukun, gandum, serta ganyong bisa menjadi pengganti makanan alternatif.
Baca juga: Masyarakat diminta budayakan konsumsi makanan pengganti beras
Oleh karena itu, masyarakat agar dapat memanfaatkan komoditas palawija dan umbi-umbian untuk dijadikan pengganti makanan pokok beras.
"Kami berharap masyarakat perlu adanya diversifikasi pangan dengan makanan alternatif itu," katanya.
Menurut dia, selama ini, produksi palawija dan umbi-umbian di Kabupaten Lebak melimpah, namun pengelolaan dan keragaman pangan belum memiliki nilai tinggi.
Masyarakat mengelola makanan tersebut hanya dengan direbus atau digoreng sehingga tidak memiliki mutu dan kualitas rasa.
Baca juga: Pemkab Lebak gencar sosialisasi pangan pengganti beras
Padahal, kata dia, jika komoditas palawija dan umbi-umbian diversifikasi pangan menjadi bolu, lapis, roti, keripik yang memiliki rasa enak, lezat juga banyak kandungan gizi dan karbohidrat dibandingkan beras.
"Kami berharap warga bisa memproduksi diversifikasi pangan sehingga dapat menjadi makanan pokok alternatif dari beras ke palawija dan umbi-umbian," kata Benu.
Siti Samsiah (60) warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya sudah dua tahun mengkonsumsi palawija dan umbi-umbian untuk dijadikan makanan pengganti beras juga menyehatkan.
"Kami sudah tidak mengkonsumsi beras karena kadar gulanya tinggi, sehingga kami lebih memilih palawija dan umbi-umbian sebagai makanan alternatif," katanya.
Berdasarkan data produksi palawija dan umbi-umbian periode Januari - Juli 2025 di Kabupaten Lebak untuk jagung, kacang tanah , kacang hijau, ubi jalar, singkong, dan talas sebanyak 4.522 ton.
Baca juga: Produksi gabah kering giling di Lebak Januari-Juli 382.293 ton
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.