Serang (ANTARA) - Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, menggandeng sejumlah industri dari Banten, Jakarta, hingga Cikarang dalam program Project Based Learning (PBL) untuk memastikan lulusannya siap kerja dan terserap seluruhnya.
Koordinator Pemberdayaan BBPVP Serang Tri Winardi Haryadi di Serang, Banten, Selasa, mengatakan mereka menargetkan penyerapan tenaga kerja dari program tersebut mencapai 100 persen. Hal itu didasari oleh model pelatihan yang berbasis proyek riil dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri melalui program magang (On the Job Training).
"Target penyerapan tenaga kerjanya 100 persen karena ini 'skill'-nya berbasis proyek riil. Artinya mereka tidak hanya siap bekerja di industri, tapi mereka juga bisa menawarkan proyek mereka ke masyarakat," ujar dia.
Baca juga: Menaker Yassierli buka program pelatihan berbasis proyek diikuti 3.300 peserta
Program PBL tersebut, lanjutnya, merupakan inovasi dari pelatihan berbasis kompetensi yang selama ini dijalankan. Peserta tidak hanya diberi standar kompetensi, tetapi juga ditantang untuk menciptakan sebuah proyek nyata yang memberi solusi dan dapat ditawarkan langsung ke industri.
"Kerja sama industrinya untuk magang dari sini semua (Banten) dan sebagian dari Jakarta dan Cikarang," katanya.
Pelatihan PBL yang dimulai hari ini diikuti oleh 416 peserta dari berbagai daerah di Banten. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BBPVP Serang dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang menyediakan fasilitas kelas dan tenaga pengajar.
"Setiap peserta akan menjalani pelatihan intensif selama satu bulan dengan metode blended learning (campuran daring dan luring)," katanya.
Kemudian, ia mengatakan akan dilanjutkan dengan program magang di industri mitra selama satu bulan. Sektor yang dibuka mencakup smart farming, smart manufacturing, hingga creative skill.
Baca juga: Kemnaker siapkan pelatihan vokasi untuk dukung program pemerintah
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026