Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang Provinsi Banten menciptakan inovasi dengan membentuk inkubator bisnis ekonomi (Inkube) untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiatono di Tangerang, Kamis, mengatakan bahwa melalui inovasi inkubator bisnis ekonomi ini telah ada sebanyak 45 UMKM dan industri kecil yang masuk program tersebut.

"Inovasi Inkube non digital ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan daya saing daerah melalui pengembangan UMKM dan industri kecil," ungkapnya.

Menurut dia, melalui inkubasi, UMKM dapat meng-upgrade skill, inovasi produk dan pelatihan-pelatihan manajemen melalui pengurusan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca juga: Wagub Dimyati: Digitalisasi kunci UMKM tembus pasar internasional

Dengan melihat potensi UMKM, lanjutnya, Bappeda secara Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dan sebagai perencana daerah sangat mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Tangerang.

"Kami mengemban tugas melaksanakan penyusunan perencanaan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pengkoordinasian, fasilitasi, pembinaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi perencanaan di bidang perekonomian dan sumber daya alam," paparnya.

Selain itu, Bappeda juga berperan aktif di bidang riset dan inovasi daerah dengan tugas memberi fasilitas dan bimbingan teknis perusahaan pemula berbasis riset.

Sudah terdapat 45 tenant mitra bisnis yang tergabung dalam Inkube. Mereka dari berbagai bidang produksi mulai dari makanan, barang kerajinan hingga produksi sepatu.

Lebih jauh Ujang menyampaikan 6 tujuan dibentuknya Inkube Kabupaten Tangerang yakni; Investor readiness membekali tenant dengan pemahaman mendalam tentang kesiapan menghadapi investor.

"Mereka juga akan mendapatkan pengetahuan mengenai struktur usaha, aspek legalitas, dan indikator kelayakan investasi," ujarnya.

Baca juga: Menteri Maman Abdurrahman minta UMKM pemasok SPPG jaga kualitas suplai

Kemudian, memberikan keterampilan praktis dalam menyusun materi presentasi usaha (pitchdeck) yang menarik dan profesional, serta kemampuan menyampaikan cerita bisnis (storytelling) yang relevan dengan kebutuhan calon investor.

"Memfasilitasi pembelajaran berbasis pengalaman nyata melalui kehadiran alumni tenant Inkube yang telah berhasil mendapatkan pendanaan, sehingga peserta dapat memperoleh wawasan kontekstual dan motivasi dari kisah sukses tersebut," jelasnya.

Selanjutnya, mendorong terciptanya ekosistem wirausaha berbasis inovasi dan teknologi di Kabupaten Tangerang yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan layak investasi.

"Menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan mental tenant untuk mengikuti kompetisi, forum bisnis, maupun sesi pitching di hadapan calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan. Memberikan kemampuan mempertahankan kelangsungan usahanya, untuk bertransformasi menjadi unit bisnis yang mampu menarik investasi, memperluas pasar, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat," kata dia.

Baca juga: Gedung eks Dinsos Kota Cilegon difungsikan jadi Klinik UMKM



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026