Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Banten telah melakukan sosialisasi ke sekolah hingga pemukiman penduduk terkait pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi pelajar tingkat SD hingga SMA yang akan dimulai Agustus 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang Kamis mengatakan kegiatan sosialisasi dilakukan oleh perwakilan dari 39 puskesmas dengan area tugas masing - masing.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga medis menjelaskan mengenai mekanisme kegiatan CKG dan juga manfaat yang diperoleh siswa dalam pelaksanaan tersebut.
"Intinya adalah CKG itu untuk deteksi dini masalah kesehatan pada anak usia sekolah. Jadi kita berikan pemahaman mengenai manfaat yang diperoleh," ujarnya.
Baca juga: CKG pelajar di Kota Tangerang saasar 337.649 siswa SD hingga SMA
Tak hanya itu saja, CKG juga merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas dan siap bersaing.
Adapun cek kesehatan meliputi skrining umum seperti pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, telinga, gigi dan deteksi dini anemia atau gangguan tumbuh kembang.
"Selain pelayanan di sekolah, puskesmas juga membuka layanan pemeriksaan di fasilitas mereka bagi pelajar yang tidak dapat mengikuti di sekolah," jelas dr. Dini.
Menurut dr. Dini, pendekatan preventif ini sangat penting di tengah meningkatnya tantangan kesehatan anak, seperti obesitas, kurang gizi, maupun gangguan penglihatan akibat penggunaan gawai berlebih.
"Langkah ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi sehat yang akan melanjutkan pembangunan daerah,” katanya.
Perlu diketahui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar Kota Tangerang menyasar 337.649 siswa dari 986 sekolah tingkat SD hingga SMA negeri maupun swasta mulai kelas kelas I hingga XII.
Baca juga: Pemkab Tangerang targetkan 1,2 juta jiwa ikuti Program CKG
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.