Kabupaten Serang (ANTARA) - Direktur Utama Politeknik Industri Petrokimia Banten, Supardi, menyampaikan kesiapan kampusnya untuk meningkatkan kapasitas layanan pendidikan, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di industri petrokimia nasional.
Selain itu, politeknik tersebut memperkuat laboratorium sebagai bagian dari roadmap pengembangan lima tahun mendatang.
“Kami baru berdiri empat tahun. Tahun pertama kami fokus pada legalitas, tahun kedua membangun gedung. Sekarang kami menyiapkan SDM (sumber daya manusia) dosen, laboratorium uji, dan tempat uji kompetensi,” ujar Supardi saat mendampingi kunjungan Komisi VII DPR RI, di Kabupaten Serang, Selasa.
Baca juga: Komisi VII DPR tekankan sinergi industri perkuat Politeknik Petrokimia Banten
Saat ini, politeknik tersebut telah memiliki 471 mahasiswa aktif dan siap menerima 150 mahasiswa baru tahun ajaran 2025.
“Kami punya kapasitas maksimal 1.000 mahasiswa. Gedung dan 19 kelas sudah siap, tinggal menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” katanya menambahkan.
Supardi menjelaskan, pihaknya telah merekrut 40-50 dosen CPNS dan akan terus memperkuat kompetensi tenaga pengajar. Selain itu, politeknik juga tengah menyiapkan laboratorium berstandar nasional untuk sertifikasi keahlian.
“Kami juga berharap ada dukungan dari industri dalam penyediaan alat laboratorium yang lebih kompleks. Sudah ada beberapa yang menjalin kerja sama,” katanya.
Baca juga: Chandra Asri Group cetak SDM unggul melalui pendidikan vokasi petrokimia
Mengenai penerapan kurikulum 4.0, Supardi menjelaskan bahwa politeknik telah mulai mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran.
Dari sisi kerja sama industri, Politeknik Petrokimia Banten mencatat peningkatan dukungan dari tahun ke tahun.
“Tahun pertama ada 11 industri, tahun kedua juga 11, dan tahun ketiga ada 27 industri yang terlibat. Bahkan beberapa dari luar Banten seperti Kalimantan Timur dan Gresik,” ujar Supardi.
Baca juga: Komisi VII DPR RI minta pariwisata di Banten lebih dikembangkan
Ia memastikan Politeknik Industri Petrokimia Banten berkomitmen memperluas dampak pendidikan vokasi hingga ke daerah industri yang tidak memiliki politeknik sejenis.
“SDM kami tidak hanya untuk Banten. Kami siap kirim lulusan ke industri petrokimia seluruh Indonesia,” katanya.
Dengan visi besar yang dimiliki, Supardi berharap dukungan dari pemerintah dan industri tidak hanya bersifat insidental.
“Kami yakin, dengan kolaborasi strategis, Politeknik Petrokimia Banten bisa jadi pusat unggulan pendidikan vokasi petrokimia nasional,” kata dia.
Baca juga: DPR minta ANTARA, TVRI, dan RRI tak pikirkan kompetisi dengan swasta
Pewarta: Devi Nindy Sari RamadhanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.