Serang (ANTARA) - Pemprov Banten mengejar peluang 1,2 juta lowongan kerja di luar negeri, dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang dibutuhkan.
Untuk memenuhi lowongan kerja di luar negeri tersebut, Pemprov Banten melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Banten menyiapkan program.
Kepala Disnakertrans Banten Septo Kalnadi di Serang, Kamis mengatakan, kebutuhan lowongan kerja di luar negeri mencapai 1,2 juta orang orang.
Untuk menangkap peluang tersebut, kata Septo Kalnadi, pihaknya menyiapkan calon naker dengan menggandeng pondok pesantren.
"Kenapa menggandeng ponpes, karena banyak dari santri yang memiliki kemampuan bahasa negara tujuan," kata Septo Kalnadi.
Baca juga: Gubernur Andra Soni dorong peningkatan SDM agar kuasai kompetensi kerja
Dia menjelaskan, mereka yang dari pesantren dengan kemampuan bahasa itu akan dibekali skill yang dibutuhkan.
"Kebutuhan kerja di luar negeri itu, salah satu kendalanya adalah bahasa. Nah, dari pesantren punya kemampuan itu, hanya tinggal dilatih skill," ujarnya.
Selain menggandeng ponpes, kata dia, pihaknya juga merekrut para alumni balai latihan kerja (BLK).
"Kalau ada yang alumni BLK ini, sudah tidak punya skill hanya tinggal melatih bahasa," katanya.
Selain Timur Tengah, negara yang membuka lowongan kerja di luar negeri adalah Turki dan beberapa negara lainnya.
"Kami akan selalu mulai dengan melakukan pelatihan, bahasa untuk alumni BLK dan bahasa untuk yang dari pesantren," ucapnya. (Adv)
Baca juga: Kadisnakertrans Banten: pelatihan kerja harus jadi perhatian bersama
Pewarta: MulyanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026