Tangerang (ANTARA) - Sebanyak empat Kabupaten di Provinsi Banten siap menyukseskan program ketahanan pangan Jaga Desa yang digagas Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui kegiatan menanam bawang merah dan hasilnya dipasok ke Pasar Induk Tanah Tinggi.

"Saat ini kami masih menunggu kesiapan lahan dari empat pemerintah kabupaten. Jika semua sudah siap lahan, kita bergerak langsung. Sebab, selama ini pasokan bawang merah di pasar tersebut berasal dari luar Banten," kata Plt Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Aditya Rakatama usai rapat program Jaga Desa Provinsi Banten di Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang, Rabu.

Sebelumnya, Kejagung melakukan penandatanganan kerja sama dengan kepala daerah di Banten, PT Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia, Universitas Telkom, PT Pupuk Indonesia, serta Kajari Kabupaten Tangerang, Kajari Serang, Kajari Pandeglang, dan Kajari Lebak terkait memberdayakan Bumdes lewat program Jaga Desa.

Baca juga: Bupati Ratu Zakiyah ajak Kades sukseskan program Jaga Desa

Aditya menambahkan setelah lahan tersedia, pihak Telkom University akan mengecek unsur hara lahan untuk memastikan lahan tersebut sesuai kebutuhan pupuk. "Kita target akhir Juli ini ada tindak lanjutnya," ujarnya.

Ia memaparkan mengenai penggunaan dana desa untuk program ketahanan pangan. Hal ini mengacu Permendes No.2 tahun 2024 yang menyebutkan 20 persen dana desa bisa dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan.

"Oleh karena itu, kejaksaan akan mengawasi dan memitigasi resiko penggunaan anggaran tersebut agar tepat sasaran dan tepat guna untuk mendukung program ketahanan pangan ini," katanya.

Direktur Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia Hartono Wignyopranoto menuturkan setiap hari ada lebih dari 3.000 ton sayuran diperdagangkan dan didominasi berasal dari luar Banten.

Baca juga: Kejagung dan Kemendes bersinergi perkuat ketahanan pangan di desa

Sementara pasokan dari Banten hanya lima persen saja. "Lewat program ini kita berharap pasokannya meningkat jadi 20 persen, sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru di Banten,” ujar Hartono

Ia menuturkan untuk menyukseskan program Jaga Desa ini, khususnya penghasilan para petani, pemerintah daerah dan pihak lainnya perlu melakukan pembinaan, termasuk pengaturan pola tanam komoditas tertentu dengan perencanaan yang matang.

"Sebab, kapasitas perdagangan di Pasar Induk Tanah Tinggi ini bisa jadi sebuah peluang baru bagi masyarakat pertanian di Kabupaten Tangerang pada khususnya dan Banten pada umumnya," kata dia.

Hartono menuturkan selama ini anak muda tidak mau bertani, karena keuntungannya belum pasti. Jika penanamannya berkelanjutan dan diatur dengan beberapa desa bergotong royong, keuntungannya bisa dipastikan besar.

"Selama ini para petani pola tanamnya seragam, jika cabe naik, semua menanam cabe, sehingga setelah itu harga jatuh. Bawang naik, semua menanam bawang, lewat program ini pola tanam diatur agar panen tidak serentak, sehingga harga stabil dan para petani diuntungkan," kata dia.

Baca juga: Jamintel Kejagung pastikan pemerataan program MBG di SKH disabilitas



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026