Serang (ANTARA) - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang akan mengikuti program Sekolah Rakyat mulai menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan gratis sebagai syarat utama kelulusan.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ratu Ani Nuraeni, di Serang, Senin, mengatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memastikan setiap siswa yang diterima memiliki kondisi kesehatan yang prima untuk mengikuti seluruh program pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini menjadi gerbang pertama yang harus dilalui oleh para pelajar.

"Sebelum resmi memasuki Sekolah Rakyat, sesuai arahan, para siswa harus kami cek dulu kesehatannya secara menyeluruh," ujarnya.

Baca juga: 16 siswa Sekolah Rakyat dari Kota Tangerang jalani pemeriksaan kesehatan

Pada hari ini, proses pemeriksaan diikuti oleh 19 pelajar tingkat SMA yang menjadi calon siswa Sekolah Rakyat di Serpong, Tangerang. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan antusias di Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Serang, yang menjadi lokasi pusat kegiatan seleksi kesehatan tersebut.

Ratu memaparkan bahwa pemeriksaan medis awal mencakup berbagai aspek fundamental kesehatan.

"Pertama, kami lakukan pengecekan data antropometri seperti tinggi dan berat badan, lalu pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tensi, gula darah, dan pengecekan anemia untuk melihat status gizi dan kesehatan dasar mereka," jelasnya.

Selain itu, pemeriksaan juga dilanjutkan dengan skrining fungsi organ penting lainnya. Diantaranya melakukan pemeriksaan kesehatan gigi, uji ketajaman mata atau visus, serta tes fungsi pendengaran.

"Ini untuk memastikan tidak ada kendala yang dapat mengganggu proses belajar mereka nantinya," tambahnya.

Baca juga: Pemkot Serang jemput bola isi kuota sekolah rakyat SD dan SMP

Setelah dinyatakan lolos dari tahap pemeriksaan medis di dalam ruangan, para siswa dihadapkan pada ujian yang lebih menantang, yaitu tes kebugaran jasmani.

"Setelah itu, para siswa akan melakukan tes kebugaran, yakni lari keliling di sekitar BLKI sebanyak 14 kali putaran atau setara dengan 1.600 meter," terangnya.

Tes kebugaran ini menjadi penentu akhir dari seluruh rangkaian pemeriksaan. Hasil dari tes fisik dan medis akan digabungkan untuk menentukan kelayakan siswa.

"Itu yang harus mereka lalui, setelah itu baru akan keluar hasilnya, anak tersebut layak atau tidak mengikuti Sekolah Rakyat. Mudah-mudahan 19 anak ini semuanya lulus," harap nya.


Baca juga: Sekolah Rakyat 33 Tangsel mulai aktif 30 Juli

Ia juga menegaskan bahwa pemantauan kesehatan ini tidak akan berhenti di tahap seleksi saja. Pihak Dinkes akan terus memonitor kondisi para siswa secara berkala untuk memastikan mereka tetap sehat selama menempuh pendidikan.

"Nanti dalam perjalanannya selama sekolah, kita akan lakukan pengecekan secara rutin selama enam bulan sekali. Yang jelas, bukan hanya satu kali ini saja," tegasnya.

Dalam pemeriksaan hari ini, tim medis juga menemukan kasus spesifik yang membutuhkan perhatian lebih.

"Tadi juga ada anak yang terindikasi kekurangan gizi karena memang tidak suka makan sayuran. Hal ini akan segera kita sampaikan kepada Dinas Sosial (Dinsos) agar nanti menunya lebih banyak sayuran, karena gizi nya juga akan terus kami pantau," pungkas nya.

Baca juga: 100 siswa Sekolah Rakyat di Lebak jalani pemeriksaan kesehatan

Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026