Tangerang (ANTARA) - Sebanyak 16 siswa Sekolah Rakyat dari Kota Tangerang, Banten menjalani pemeriksaan kesehatan yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani di Tangerang, Senin, mengatakan pemeriksaan 16 siswa ini merupakan langkah preventif sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap kesiapan fisik dan mental peserta didik dalam menghadapi proses belajar mengajar nantinya di Sekolah Rakyat.

Adapun kegiatan pemeriksaan kesehatan meliputi tinggi badan, berat badan, kesehatan mata, gigi, serta pemeriksaan kebugaran dasar. "Para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Mulyani mengatakan, kegiatan pemeriksaan ini untuk memastikan seluruh siswa dalam kondisi sehat dan siap mengikuti pelajaran dengan optimal. Sebab kesehatan adalah fondasi penting bagi prestasi belajar.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan, ada beberapa siswa yang membutuhkan peningkatan kebugaran fisik sebelum pelaksanaan belajar nantinya," ujarnya.

Baca juga: 15 siswa asal Kota Tangerang terpilih masuk Sekolah Rakyat di Banten

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas  33 Tangsel, Gina Intana Dewi saat dikonfirmasi ANTARA mengatakan program Sekolah Rakyat Menengah Atas yang menggunakan Gedung BLK di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara mulai aktif pada 30 Juli 2025.

"Ini masuk pada tahapan B atau pengoperasian Sekolah Rakyat kedua setelah pembukaan secara perdana pada Senin, 14 Juli ini," ucapnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemenuhan sejumlah kelengkapan fasilitas dari program Sekolah Rakyat tersebut.

Baca juga: Sekolah Rakyat 33 Tangsel mulai aktif 30 Juli

Selain itu, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI terkait petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program itu.

"Sekarang kita masih berkoordinasi dengan Kemensos RI. Jadi untuk informasi selanjutnya nanti kami sampaikan," katanya.

Dia mengungkapkan, untuk siswa dalam Sekolah Rakyat ini terdapat 150 anak dari beberapa wilayah di Banten telah terdaftar secara resmi untuk mengikuti program tersebut.

"Ada 150 anak sudah masuk sebagai siswa khusus SMA Sekolah Rakyat. Ratusan siswa ini terdiri dari berbagai wilayah di Banten," ujarnya.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan siswa yang ikuti program Sekolah Rakyat terdata dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan telah melalui proses seleksi dari kandidat yang memenuhi ketentuan.

"Selain tempat tinggal dan fasilitas gratis, para siswa mendapatkan pakaian seragam, alat tulis, hingga makan tiga kali sehari secara gratis," ujarnya.

Baca juga: 100 siswa Sekolah Rakyat di Lebak jalani pemeriksaan kesehatan

Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026