Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, memastikan penataan kabel jaringan telekomunikasi dan internet ke bawah tanah tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, di Serang, Rabu, mengatakan, proyek strategis penataan kabel ke bawah tanah ini untuk mengatasi kesemrawutan kota. 

Proyek modernisasi infrastruktur ini dipastikan tidak akan membebani APBD karena akan dibiayai sepenuhnya oleh pihak swasta melalui kerja sama dengan investor, yang menjadi kunci agar penataan kota dapat berjalan tanpa menggunakan dana pemerintah daerah.

"Kami tegaskan bahwa proyek ini tidak akan menggunakan APBD. Anggaran akan berasal dari pihak ketiga sebagai pengusul dengan menerapkan sistem kontrak Bangun Guna Serah (BGS)," kata  Wahyu Nurjamil.

Baca juga: Pemkot Serang pastikan kabel bawah tanah daerah rawan banjir aman

Mekanisme ini, lanjutnya, memungkinkan investor untuk membangun dan mengelola infrastruktur sebelum nantinya diserahkan kepada Pemkot.

Wahyu menjelaskan, tujuan utama proyek ini adalah untuk menghilangkan kabel udara yang selama ini mengganggu estetika dan keselamatan publik. Dengan jaringan kabel yang tertata di bawah tanah, wajah Kota Serang diharapkan menjadi lebih rapi, modern, dan dapat meningkatkan keandalan layanan digital bagi masyarakat.

Sebagai tahap awal, kata dia, akan memprioritaskan penataan di ruas-ruas jalan protokol dan jalan nasional yang ada di wilayah Kota Serang. 

"Kita akan mulai dari beberapa titik prioritas, kemungkinan menyasar jalan nasional sepanjang lima kilometer yang akan dikerjakan secara bertahap," ungkapnya.

Baca juga: Pemkot Serang matangkan program penataan kabel udara di sejumlah jalan

Untuk menjamin kelancaran proyek, Wahyu menekankan pentingnya konsolidasi lintas sektor. Dengan melakukan koordinasi secara intensif dengan berbagai instansi terkait seperti PLN, PDAM, dan para penyedia layanan telekomunikasi untuk menyamakan data dan jadwal pengerjaan di lapangan.

"Sinkronisasi ini mutlak diperlukan agar pada saat pelaksanaan semua pihak saling mendukung. Kami harus memetakan semua aset yang ada di bawah tanah agar pekerjaan berjalan lancar dan tidak merusak fasilitas yang sudah ada," tuturnya.

Lebih dari itu, proyek ini dirancang untuk memberikan manfaat ganda. Pengerjaan galian untuk kabel akan diintegrasikan dengan program perbaikan drainase. 

"Ini menjadi kesempatan untuk menyiapkan ruas jalan yang biasanya terdampak banjir. Skema perbaikan drainase nya akan kami siapkan sekaligus," tutup Wahyu.

Baca juga: Wali Kota Tangerang sebut penataan kabel menjuntai jadi prioritas



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026