Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang Muhamad Sobri meminta agar pemerintah kabupaten (pemkab) dapat menangani secara serius permasalahan banjir di daerah itu.

"Penanganan banjir di Kabupaten Tangerang dari hulu hingga hilir harus segera diselesaikan. Sehingga kalau tidak seperti itu kita akan terus menerus mengalami musibah (banjir) ini," kata Sobri di Tangerang, Selasa.

Ia mengatakan, Pemkab Tangerang saat ini harus cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan bencana alam ini, baik itu melakukan penanganan dari hulu hingga hilir penyebab terjadinya banjir tersebut.

Baca juga: Pemkab Tangerang terjunkan tim kesehatan untuk bantu korban banjir

Dalam hal ini, pemkab juga agar bisa secepat mungkin untuk normalisasi beberapa aliran sungai/kali yang menjadi penyebab utama terjadinya musibah banjir itu.

"Karena memang kali/sungai di sini sudah mulai mendangkal. Saya sudah beberapa kali mengusulkan penanganan banjir untuk diselesaikan, terutama di Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug," ujarnya.

Menurutnya, terjadinya banjir saat ini adanya kelalaian dalam pengelolaan lahan yang kurang pengawasan, sehingga terjadi erosi dan pengikisan tanah.

Kendati demikian, ini menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk menata ulang pengelolaan lahan yang sebagaimana menjadi masalah utama penyebab banjir tersebut.

"Jadi kami usulkan bagaimana kali/sungai ini harus dinormalisasi, ini tidak ada pilihan lagi. Karena kalau kita berjibaku ketika masyarakat kita terkena banjir hanya kita kasih bantuan, itu bukan dari solusi. Namun, apa yang jadi penyebab sumbatan air harus ditanggulangi," kata dia.

Baca juga: BPBD penuhi kebutuhan pokok korban banjir di Tangerang

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kabupaten Tangerang sebanyak empat wilayah kecamatan seperti Curug, Legok, Kelapa Dua dan Pasar Kemis masih dalam keadaan darurat bencana.

Beberapa wilayah tersebut masih dalam kondisi tergenang banjir. Sedikitnya 650 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air dari 40 centimeter hingga 1,5 meter.

"Jumlah KK estimasi dari beberapa titik kurang lebih ada 650 KK, dengan ketinggian air bervariasi 40 centimeter sampai titik terdalam 1,5 meter," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat.

Sebagai upaya menangani bencana alam ini, pihaknya bersama dinas terkait akan segera melakukan pemantauan dan penataan terhadap penyebab banjir akibat luapan Sungai Cirarab.

"Tentu ada bicara bersama, tetapi dari BPBD memberikan masukan nanti hasil kajian hari ini, data kita berikan ke dinas terkait untuk ada solusi apa penyebabnya, apakah dari penyempitan kaki atau debet air. Sehingga kita bisa melakukan upaya penanganan," terangnya.

Baca juga: Beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang masih terendam banjir



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026