Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang, Banten memenuhi kebutuhan pokok ratusan korban banjir akibat tingginya intensitas hujan sejak Senin (7/7).

"Alhamdulillah kita koordinasi dengan dinas terkait, kami sudah memberikan bantuan logistik kepada korban banjir yang mengungsi," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat di Tangerang, Selasa.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan pemerintah daerah berupa kebutuhan bahan pokok (sembako) seperti beras, mie instan dan air bersih sebagai memenuhi konsumsi para pengungsi.

Selain bantuan logistik, tim BPBD juga mengerahkan sejumlah personel dan perahu karet sebagai upaya evakuasi korban yang kini masih terjebak di lokasi banjir.

"Perahu karet kita sediakan di lokasi, barangkali diperlukan untuk evakuasi warga dan di sini bila ada diperlukan dapur umum, sembako juga sudah kita berikan juga," ungkapnya.

Baca juga: Beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang masih terendam banjir

Hingga saat ini, kata Ujat, sebanyak empat wilayah kecamatan seperti Curug, Legok, Kelapa Dua, dan Pasar Kemis masih dalam keadaan darurat bencana. Di mana beberapa wilayah tersebut masih dalam kondisi tergenang banjir.

Berdasarkan data tersebut, sedikitnya 650 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air dari 40 centimeter hingga 1,5 meter.

"Jumlah KK estimasi dari beberapa titik kurang lebih ada 650 KK, dengan ketinggian air bervariasi 40 centimeter sampai titik terdalam 1,5 meter," ujarnya.

Baca juga: Puluhan warga korban banjir di Kabupaten Tangerang mengungsi

Sebagai upaya menangani bencana alam ini, pihaknya bersama dinas terkait akan segera melakukan monitoring dan penataan terhadap penyebab banjir akibat luapan Sungai Cirarab.

"Tentu ada bicara bersama, tetapi dari BPBD memberikan masukan nanti hasil kajian hari ini, data kita berikan ke dinas terkait untuk ada solusi apa penyebabnya, apakah dari penyempitan kaki atau debet air. Sehingga kita bisa melakukan upaya penanganan," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ujat juga bilang, agar masyarakat Kabupaten Tangerang untuk terus dalam kondisi siaga satu menghadapi bencana alam. Sebab, situasi cuaca saat ini yang masih terjadi cukup ekstrem.

"Imbauan ke warga bisa update info BMKG, di mana prediksi ke depan cuaca bisa terpantau, kemudian apabila terjadi sesuatu bencana seperti banjir masyarakat bisa hubungi call center kami di 112 atau 5984343 selama 24 jam," kata dia.

Baca juga: Kelalaian pengembang disebut salah satu penyebab banjir di Tangerang Raya



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026