Serang (ANTARA) - Produksi bawang merah lokal di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, saat ini baru mampu memenuhi sekitar 12 persen dari total kebutuhan tahunan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suharjo, di Serang, Senin, mengatakan untuk produksi bawang merah dari para petani lokal baru mencapai 619 ton per tahun. Angka ini jauh di bawah kebutuhan masyarakat yang mencapai 5.025 ton setiap tahunnya.

"Kalau rata-rata kita masih jauh, baru 619 ton produksinya. Masih jauh dari kebutuhan di Kabupaten Serang yang mencapai 5.025 ton setiap tahunnya," katanya.

Baca juga: Pemkab Serang tambah lahan pertanian bawang merah tingkatkan produksi

Menurut dia angka tersebut menunjukkan produksi lokal baru menutupi sekitar 12 persen dari total kebutuhan. Sedangkan untuk kebutuhan bulanan bawang merah di Kabupaten Serang diperkirakan mencapai 419 ton dan bisa melonjak hingga 450 ton saat memasuki periode hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Idul Adha.

"Saat ini, Kabupaten Serang masih sangat bergantung pada pasokan bawang merah dari luar daerah. Produksi lokal baru mampu memenuhi sebagian kecil dari total kebutuhan tahunan," imbuhnya.

Ia mengatakan budi daya bawang merah memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait cuaca dan perawatan yang intensif sehingga hasil produksi tidak kontinu.

"Kelemahan kita juga produksinya tidak kontinu. Sekali panen, hasilnya banyak, lalu harga jatuh. Nah, itu yang membuat para petani jadi kapok," ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Serang dan Brebes kerja sama kembangkan bawang merah

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata dia, Pemkab Serang telah menerapkan dua strategi utama. Pertama, melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah sentra produksi bawang.

"Saat kita kekurangan, kita minta suplai dari sana. Sebaliknya, saat kita panen raya, mereka akan menyerap produksi kita juga agar harga tidak jatuh. Ini untuk memasarkan di pasar-pasar yang ada di Indonesia," terangnya.

Kedua, adalah mendorong petani untuk melakukan tumpang sari dengan tanaman cabai sebagai mitigasi risiko.

"Gagal di bawang, ada keuntungan di cabai, itu harapannya. Kalau bawang yang untung, atau cabai nya yang untung, itu harapan kita. Makanya kita sarankan ke petani bawang untuk tumpang sari dengan cabai," tambahnya.

Ke depan, pemerintah juga berencana membina kelompok tani untuk mengembangkan produk olahan bawang merah, seperti bawang goreng, agar dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan keuntungan bagi para petani di Kabupaten Serang.

Baca juga: Pemkot Tangerang panen 1,5 ton bawang merah bersama petani binaan



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026