Serang (ANTARA) - DPRD Kota Serang, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menunda pembongkaran rumah warga di bantaran Sungai Cibanten yang terdampak normalisasi.

Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman, di Serang, Rabu, mengatakan penundaan ini merupakan permintaan sejumlah warga karena saat ini anak-anaknya sedang fokus belajar sambil menunggu pengumuman hasil ujian kelulusan.

"Ini memang atas permintaan masyarakat Kampung Sukadana RT 1, RT 2, RT 3 dan RT 5, mereka memohon untuk menunda pembongkaran sampai dengan tahun ajaran baru, karena saat ini anak-anak sedang ujian sekolah," ujarnya.

Diketahui, rencananya, Pemkot Serang akan melakukan pembongkaran rumah di bantaran Sungai Cibanten pada 30 Mei 2025, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

"Kalau di tanggal 30 Mei ini masyarakat juga mempertimbangkan akan ada hari Raya Idul Adha, sehingga tidak mungkin rumah mereka harus di bongkar," katanya.

Baca juga: Warga bantaran kali Kota Serang tolak direlokasi ke rusunawa

Penundaan ini menurutnya, dilakukan sambil masyarakat mempersiapkan perpindahan, karena masyarakat belum memiliki tujuan jelas ketika rumah yang ditempatinya dibongkar.

Masyarakat juga menolak jika harus direlokasi ke rumah susun sewa (rusunawa) karena dianggap kurang layak, sehingga mereka meminta eks tanah bengkok milik Pemkot Serang untuk disewakan atau dibeli oleh warga.

"Saya sampaikan bahwa tanah itu aturannya tidak bisa kalau diberikan hibah untuk perorangan, karena akan melanggar peraturan perundang-undangan. Setelah kami kaji akhirnya mereka meminta untuk dilakukan appraisal untuk dicicil," katanya.

Meski demikian, kata dia, hal ini perlu adanya pendampingan dari inspektorat dan kejaksaan agar legitimasinya jelas dan tidak menyalahi aturan yang berlaku.

"Mudah-mudahan ini bisa ditindaklanjuti oleh Pemkot Serang, dan itu bisa masuk salah satu pendapatan asli daerah (PAD) juga kalau harus di-appraisal, tapi ini harus ada pendampingan dari kejaksaan dan inspektorat," katanya.
Baca juga: Warga Kota Serang keluhkan proyek yang sebabkan jalan berdebu dan licin



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026