"Kami berharap ada bantuan agar anak-anak itu bisa melanjutkan pendidikan," kata Junaedi (40) orang tua siswa warga Kampung Cipasung Barat, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Senin.
Junaedi memiliki anak bernama Siti Fatimah Jahroh yang kini duduk di kelas 1 SMPN 1 Cikulur Kabupaten Lebak. Untuk pergi ke sekolah, Fatimah harus berjalan kaki kurang lebih lima kilometer.
Selain itu, Junaedi juga memiliki anak lainnya yakni Nia yang duduk di kelas 3 SDN 2 Sukadaya dan Elsa kelas 1 di sekolah yang sama.
Ia juga memiliki keponakan yakni Muhammad Bilal yang bersekolah SDN 2 serta Nia Madrasah di Miftahul Falah kelas 3.
Baca juga: Gubernur Banten upayakan pembangunan empat sekolah filial tuntas tahun ini
Menurut Junaedi dalam dua hari terakhir anak-anaknya tidak masuk sekolah karena tidak memiliki peralatan sekolah.
Sebelumnya, lanjut dia, saat sekolah anaknya hanya memakai sandal. Namun, saat ini sejumlah peralatan sekolah mulai terpenuhi karena mendapakan bantuan termasuk dari pewarta Perum LKBN Antara di Lebak.
"Kami senang mendapat bantuan dan bisa bersekolah lagi," kata Siti Fatimah.
Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Maman Suryaman mengatakan pihaknya siap memberikan bantuan kepada anak yang tak mampu dengan koordinasi dengan pihak sekolah setempat.
"Kami komitmen anak yang tak mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan," katanya.
Baca juga: Sekolah Rakyat diharapkan bisa cegah kemiskinan diwariskan
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.