Jakarta (ANTARA) - Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, mengatakan bahwa Polri bersama pemerintah berhasil menangani mudik pada masa Lebaran 2025.

Menurutnya, keberhasilan dalam penanganan mudik itu bermanfaat bagi masyarakat dengan memudahkan mereka dalam bersilaturahim bersama keluarga.

“Saya mengapresiasi penanganan arus mudik dan arus balik untuk memudahkan publik melakukan silaturahim Idul Fitri 1446 H. Di beberapa rest area dan tempat konsentrasi masyarakat, juga tersedia fasilitas umum dan fasilitas beribadah,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kasus kecelakaan lalu lintas di Banten sepanjang arus mudik turun signifikan

Dari sisi pemerintah, Asrorun menilai bahwa kebijakan libur dan kerja fleksibel yang cukup panjang bagi aparatur sipil negara (ASN) yang diterapkan, turut berkontribusi pada kelancaran arus mudik dan balik.

Adapun faktor lainnya, lanjut dia, adalah kesadaran masyarakat untuk bersabar di perjalanan, tertib berlalu lintas, dan mematuhi aturan.

“Di samping itu, ada hal baik yang perlu diteruskan, yaitu kontribusi masyarakat, organisasi masyarakat, serta korporasi untuk menyiapkan moda transportasi massal guna memberikan fasilitas mudik gratis dan juga balik gratis,” ucapnya.

Baca juga: Habis Lebaran, ini cara efektif turunkan kolesterol

Dirinya menilai kerja sama semua elemen itu sebagai semangat taawun (gotong royong) dan takaful (tolong-menolong). Ia ingin semangat itu terus dijaga dan ditumbuhkan.

"Memfasilitasi kebaikan dan berbagi kepada yang membutuhkan, secara nyata juga berkontribusi untuk memperlancar kegiatan mudik dan balik karena dapat mengurangi mobilitas kendaraan pribadi serta kendaraan kecil," katanya.

Diketahui, Polri telah selesai melaksanakan Operasi Ketupat 2025. Operasi yang digelar untuk mengamankan pelaksanaan mudik Lebaran telah berlangsung 26 Maret 2025 hingga pada 8 April 2025.

Operasi Ketupat tahun ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan seperti TNI, Basarnas, BMKG, hingga Kementerian Perhubungan. Adapun jumlah personel yang diturunkan sebanyak 164.298 orang.

Terdapat empat klaster utama yang menjadi fokus pengamanan dalam operasi tersebut, yakni jalur tol, jalan nasional, pelabuhan penyeberangan, serta destinasi wisata dan tempat ibadah.

Baca juga: Okupansi hotel di Kabupaten Serang turun selama libur Lebaran



Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026