Lebak (ANTARA) - Petani jagung di Kecamatan Gunungkencana Kabupaten Lebak, Provinsi Banten panen seluas 50 hektare dan menggulirkan pendapatan ekonomi di daerah itu mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Selasa mengatakan, panen raya jagung di Desa Bulakan Kecamatan Gunungkencana seluas 50 hektare dengan masa panen tiga bulan dan mampu menggulirkan pendapatan ekonomi petani setempat.

Dari 50 hektare itu dengan produksi rata-rata 5 ton per hektare berupa jagung pipilan kering dengan harga Rp5.000 per kg.

Jika harga pipilan kering itu dibeli perusahaan Pokhpan Rp5.000 per kg dengan luas panen 50 hektare sehingga akumulasi bisa menggulirkan pendapatan ekonomi Rp250 juta.

Baca juga: Polda Banten panen raya jagung hibrida dukung ketahanan pangan

Selama ini, kata dia, daerah itu merupakan sentra jagung terbesar di Kabupaten Lebak, karena memiliki potensi tanam 1.000 hektare di lahan milik petani hingga lahan Perum Perhutani dengan sistem tanam tumpang sari.

"Kami minta petani yang sudah panen agar kembali melaksanakan percepatan tanam," katanya.

Ketua Kelompok Tani Desa Bulakan Kecamatan Gunungkencana Kabupaten Lebak Wawan mengatakan, selama ini pertanian jagung di wilayahnya menjadikan komoditas andalan ekonomi masyarakat petani.

Para petani mengembangkan budi daya pertanian jagung hibrida itu dengan memanfaatkan lahan milik Perum Perhutani dengan sistem sewa.

Saat ini, petani yang panen jagung seluas 50 hektare dan dipastikan April mendatang luasnya menjadi 300 hektare.

"Kami mengapresiasi sejak 1 Februari 2025 harga jagung pipilan kering Rp5.000 per kg, sehingga dipastikan petani bisa meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Baca juga: Polres Serang panen 80 ton jagung dari lahan 10 hektare



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026