Minggu, 22 Oktober 2017

Warga Lebak Pengguna BPJS Padati RSUD Adjidarmo

id BPJS Kesehatan
Warga Lebak Pengguna BPJS Padati RSUD Adjidarmo
Pasien sebuah rumah sakit tengah menunggu giliran untuk diperiksa, Hampir 80 persen pasien di RSUD Kabupaten Lebak menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. (Antara Foto/ Arsip)
Pengguna BPJS Kesehatan mencapai 80 persen dari total kunjungan pasien
Lebak (Antara News) - Masyarakat Kabupaten Lebak, Banten, pemegang kartu jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memadati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung untuk berobat jalan maupun rawat inap.

"Kami memperkiran pasien sekitar 80 persen menggunakan BPJS Kesehatan," kata Kepala Bagian Humas RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Budi Kuswandi di Lebak, Senin.

Masyarakat yang menjalani pengobatan dan rawat inap di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung menggunakan BPJS Kesehatan baik melalui program penerima biaya iuran (PBI) atau non-PBI juga mandiri secara swadaya.

Selain itu juga pegawai negeri sipil (PNS), pensiun, purnawirawan dan perusahan swasta.

Sebab, berobat ke rumah sakit gratis melalui perlindungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selama ini, kunjungan pasien meningkat mulai berobat jalan maupun rawat inap naik hingga lima kali lipat.

Bahkan, ruangan rawat inap setiap hari selalu penuh pasien.

"Kami terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan agar semua pasien BPJS mendapat perawatan medis dengan baik," kata Budi.

Ia menjelaskan RSUD Adjidarmo juga melayani bukan hanya warga Kabupaten Lebak saja, tetapi warga yang tinggal di perbatasan yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor.

Karena itu, kerapkali kamar inap rumah sakit tidak mampu menampung pasien yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Mereka pasien yang ada di IGD harus menunggu berhari-hari jika ingin masuk ruangan kamar.

Saat ini, kamar ruangan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung relatif terbatas yakni 400 tempat tidur dengan memiliki 57 dokter umum dan 26 dokter spesialis.

"Kami berharap kapasitas kamar kedepan bisa ditambah lagi agar pasien BPJS bisa tertampung semua," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Maman Sukirman mengatakan, pemerintah daerah menargetkan tahun 2019 seluruh warga Lebak masuk memiliki jaminan perlindungan kesehatan dengan masuk peserta BPJS.

Saat ini, kata dia, warga Lebak yang memiliki jaminan kesehatan gratis melalui program JKN sekitar 770.000 jiwa.  

"Kami optimistis 2019 semua warga Lebak memiliki perlindungan kesehatan," kata Maman.

Menurut dia, masyarakat sudah berani dengan mendatangi rumah sakit, puskesmas dan klinik dengan membawa kartu BPJS Kesehatan.

Pihaknya terus meningkatkan pelayanan kesehatan dasar agar masyarakat dapat mengakses perawatan kesehatan dengan cara gratis.

Masyarakat berobat ke Puskesmas itu hanya melayani kesehatan dasar, seperti sakit demam, pusing, koreng-koreng, sakit perut, TBC, pemeriksa kehamilan dan lainnya.

Sedangkan, penyakit jantung dan saraf dirujuk ke RSUD Ajdidarmo Rangkasbitung.

"Kami hanya menangani penyakit pelayanan kesehatan dasar," katanya.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga