Minggu, 22 Oktober 2017

Peserta Iuran Ganda BPJS Cilegon Capai Ribuan

id BPJS Kesehatan
Pasalnya peserta BPJS yang masuk dalam daftar penerima bantuan iuran dari pemerintah pusat dan daerah, merupakan peserta yang awalnya tercatat sebagai peserta program Jamkesmas program jaminan kesehatan masyarakat yang dibiayai pusat melalui APBN peserta didaftarkan tanpa NIK
Kepala kantor layanan operasional Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kota Cilegon merilis hasil audit peserta BPJS terdapat sebanyak 3.051 peserta yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) ganda baik itu dibiayai pemerintah pusat maupun kota.

"Pasalnya peserta BPJS yang masuk dalam daftar penerima bantuan iuran dari pemerintah pusat dan daerah, merupakan peserta yang awalnya tercatat sebagai peserta program Jamkesmas program jaminan kesehatan masyarakat yang dibiayai pusat melalui APBN peserta didaftarkan tanpa NIK," kata Kepala Kantor layanan operasional BPJS Kota Cilegon, Aang Muchammad Muchyi di Cilegon, Senin.

Sementara itu, jelas Aang, program Jamkesda yang dibiayai daerah yang diprogramkan pemkot Cilegon melalui APBD peserta didaftarkan dengan menggunakan NIK, sehingga dobel akibat adanya kesamaam nama peserta Jamkesmas yang masuk dalam pembiayaan Jamkesda.

Aang juga mengatakan, kegandaan peserta PBI diduga terjadi sejak awal berdirinya BPJS 2014 lalu, namun baru diketahui per februari 201- kemarin.

Pihaknya mengaku akan menghentikan pembayaran terhadap 3.051 dari 14.000 peserta BPJS PBI yang dikegahui ganda.

"Ya ini kita ketahui dari hasil audit dan verifikasi yang dilakukan di internal kami, ada sekitar 3000 lebih peserta ganda pada program jaminan yang dibayarkan pemerintah pusat dan daerah. Makanya di ahir maret nanti kita juga akan kembalikan uang yang selama ini sudah dibayarkan sebesar Rp 1,9 M," kata Aang, Senin.

Sementara itu, guna mengatasi persoalan tersebut pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti dinas sosial dan dinas kesehatan kota setempat, untuk mencari peserta pengganti 3000 lebih peserta yang dicoret, mengingat iuran dari pemerintah sudah teranggarkan hingga satu tahun kedepan.

"Kami juga sudah berkoordinasi untuk mencarikan pengganti dari 3.000 peserta yang diketahui ganda. Informasinya akan diambilkan dari peserta BPJS mandiri yang masih menunggak, tapi ketentuannya sedang diverifikasi di dinas setempat," ujarnya.

Editor: Ganet

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga