Tangerang (ANTARABanten) - Penguna jalan di Kota Tangerang, Banten, yang melintasi jembatan layang yang tengah dalam perbaikan di Kecamatan Jatiuwung, terpaksa dialihkan untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Pemkot Tangerang, Adeng Rustandi, Senin, mengatakan, pengalihan kendaraan terutama untuk jenis truk dan kendaraan besar lainnya karena jembatan layang dalam tahap perbaikan kontruksi.

Menurut dia, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka sebaiknya pengemudi kendaraan jenis truk untuk mengindari jembatan layang karena tidak mampu menahan beban kendaraan.

Dia menambahkan setiap kendaraan yang melewati jembatan layang itu maka dialihkan melewati jalan alternatif untuk menghindari terjadinya musibah rubuh.

Namun untuk penguna sepeda motor dipastikan dapat melintasi jembatan layang itu karena tidak membawa beban berat saat berada di jembatan.

Walau begitu, sebelum pengalihan kendaraan itu pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan aparat Kepolisian setempat dan petugas Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.

Sebelumnya jembatan layang diperbaiki oleh kontraktor setelah Pemkot Tangerang melayangkan surat tiga kali ke Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.

Sekretaris Daerah Pemkot Tangerang, H. Harry Mulya Zein mengatakan jembatan layang itu akhirnya diperbaiki karena ada surat protes karena belum setahun diresmikan telah mengalami kerusakan.

Bahkan proyek jembatan layang itu mengunakan anggaran pemerintah pusat dengan pelaksana kontraktor nasional PT NAT dan PT RAP.

Sedangkan jembatan layang dengan panjang 770 meter dan lebar 30 meter itu dengan biaya Rp24 Miliar diresmikan pertengahan Desember 2009 untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas.

Selain itu, bahwa tujuan pembangunan jembatan itu untuk memperlancar lalu lintas terutama ketika musim hujan karena Kali Cirarap yang mengalir di wilayah itu akan meluap dengan ketinggian mencapai 2,4 meter sehingga arus lalu lintas pada ruas jalan nasional itu putus total.

Dia menambahkan, dari hasil pengamatan Petugas Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Tangerang bahwa ditemukan banyak ketidaksempurnaan konstruksi bangunan diantaranya terjadi penurunan permukaan badan jalan hingga mencapai 10 centimeter.

Demikian pula ujung jembatan terdapat kemiringan diduga karena tidak padatnya penimbunan, hal ini  sangat menganggu bagi penguna jalan.

Pemasangan baja pada dinding jembatan diduga telah menyalahi konstruksi sehingga terdapat retak bagian tertentu mencapai 3,1 cm.

Namun posisi pemasangan baja pada dinding tersebut juga mengalami kemiringan yang dapat membahayakan bagi pemilik kendaraan yang melintasi jembatan itu.


: Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026