Bupati Batang Wihaji menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim dan 100 orang jompo dalam kegiatan menyambut perayaan pergantian malam Tahun Baru 2020 di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Selasa (31/12) malam.
"Malam ini, sungguh luar biasa karena biasanya orang menghabiskan malam tahun baru dengan hura-hura dan pentas hiburan namun masyarakat Desa Lebo justru menggelar pengajian umum dan santunan kepada anak yatim," kata Bupati Wihaji di Batang, Jawa Tengah, Selasa malam.
Menurut dia, kegiatan pengajian umum sangat bermanfaat bagi warga karena mereka akan mendapat 'tausiyah" makna kebaikan dari kiai serta sebagai ajang bersilaturahmi atau menjaga kerukunan antarwarga.
Demikian juga dengan acara pemberian santunan pada anak yatim ini, kata dia, sebagai sarana berbagi kebahagian pada mereka pada saat perayaan Tahun Baru.
"Santunan yang diberikan (pada anak yatim) jangan dilihat nilainya namun lebih pada kepedulia kita sebagai orang tua pengganti dalam memperhatikan anak yatim," katanya.
Ia mengatakan doa anak yatim sangat mustajab sehingga sudah sepantasnya jika mereka diperlakukan dengan baik seperti menjaga diri sendiri.
"Dengan memperlakukan anak yatim dengan baik maka ini akan menjadi salah satu tolok ukuran keimanan seorang muslim," katanya.
Kepala Desa Lebo Sunardi mengatakan masyarakat desa menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Batang Wihaji yang sudah berkenan hadir pada kegiatan pengajian umum ini sekaligus menyalurkan santunan pada anak yatim.
"Kami menyamapikan apresiasi pada bupati dan kelurga Habe Rasiman yang sudah ikut memperhatikan dan peduli pada pada warga miskin atau jompo dan anak yatim," katanya. ***3***
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019
"Malam ini, sungguh luar biasa karena biasanya orang menghabiskan malam tahun baru dengan hura-hura dan pentas hiburan namun masyarakat Desa Lebo justru menggelar pengajian umum dan santunan kepada anak yatim," kata Bupati Wihaji di Batang, Jawa Tengah, Selasa malam.
Menurut dia, kegiatan pengajian umum sangat bermanfaat bagi warga karena mereka akan mendapat 'tausiyah" makna kebaikan dari kiai serta sebagai ajang bersilaturahmi atau menjaga kerukunan antarwarga.
Demikian juga dengan acara pemberian santunan pada anak yatim ini, kata dia, sebagai sarana berbagi kebahagian pada mereka pada saat perayaan Tahun Baru.
"Santunan yang diberikan (pada anak yatim) jangan dilihat nilainya namun lebih pada kepedulia kita sebagai orang tua pengganti dalam memperhatikan anak yatim," katanya.
Ia mengatakan doa anak yatim sangat mustajab sehingga sudah sepantasnya jika mereka diperlakukan dengan baik seperti menjaga diri sendiri.
"Dengan memperlakukan anak yatim dengan baik maka ini akan menjadi salah satu tolok ukuran keimanan seorang muslim," katanya.
Kepala Desa Lebo Sunardi mengatakan masyarakat desa menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Batang Wihaji yang sudah berkenan hadir pada kegiatan pengajian umum ini sekaligus menyalurkan santunan pada anak yatim.
"Kami menyamapikan apresiasi pada bupati dan kelurga Habe Rasiman yang sudah ikut memperhatikan dan peduli pada pada warga miskin atau jompo dan anak yatim," katanya. ***3***
Editor : Sambas
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019