Pengelola objek wisata Air Terjun Temam Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, berencana membangun jembatan kaca sepanjang 250 meter dengan ketinggian 15 meter di atas air terjun tersebut pada akhir 2019

Manajer PT Linggau Bisa selaku pengelola objek wisata Air Terjun Temam, Roy Martin, Jumat, mengatakan jembatan kaca tersebut akan berbentuk  'S' yang diberi nama Jembatan Cinta.

"Bulan November atau Desember sudah mulai dibangun jembatannya, harapannya pertengahan tahun 2020 sudah selesai dan bisa dinikmati wisatawan," ujar Roy Martin kepada Antara saat dihubungi dari Palembang.

Menurut dia, jembatan kaca dibangun sebagai objek wisata untuk menambah minat pengunjung ke Air Terjun Temam yang dalam sepekan dapat mencapai 6.000 orang dan meningkat lima kali lipat saat momen hari libur besar.

Jembatan kaca air terjun yang kerap disebut sebagai Niagara Mini Indonesia itu rencananya menggunakan material kaca dari Korea atau Tiongkok. Pembangunannya diperkirakan menelan biaya Rp1,3 miliar.

"Untuk jembatan gantung tetap dipertahankan, nanti jembatan kacanya akan membentangi sungai dari atas air terjun sampai perbatasan objek wisata," tambahnya.

Selain jembatan kaca, pengelola wisata juga berencana membangun vila sebagai penginapan bagi para pelancong dari luar daerah serta membuat jalur jogging yang mengelilingi sungai.

"Objek wisata Air Terjun Temam masih akan kami lengkapi dengan wisata kuliner dan atraksi sepeda gantung, sebab ketenaran air terjun ini sudah sampai internasional, terbukti pernah dikunjungi turis asal Malaysia, Jerman, Brunei, Singapura bahkan Belanda," kata Roy Martin.

Objek wisata Air Terjun Temam berada di Kelurahan Air Temam Kecamatan Lubuklinggau Selatan I,  wilayah kelolanya 4,7 hektare, air terjunnya memiliki ketinggian 12 meter dengan lebar garis sungai 26 meter, bentuknya sendiri mirip Air Terjun Niagara di perbatasan Kanada dan Amerika Serikat, yang dapat dilihat dari atas maupun bawah.    

Pewarta: Aziz Munajar

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019