Puluhan warga Kampung Cikuning Jampang Desa Sudamanik Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak, Banten mengungsi ditenda milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengantisipasi ancaman pergerakan tanah di daerah itu.

"Semua warga yang terdampak bencana pergerakan tanah ditampung di lokasi tenda pengungsian," kata Kepala Seksi Rekontruksi BPBD Kabupaten Lebak Bernardi di Lebak, Kamis.

Masyarakat mengungsi sehubungan dengan curah hujan di daerah itu yang relatif tinggi dan bisa membuat tanah menjadi jenuh air dan mudah bergerak. 

"Kami khawatir cuaca buruk itu menimbulkan malapetaka yang menimbulkan korban jiwa," katanya.

Menurut dia, saat ini, rumah warga yang rusak akibat pergerakan tanah tercatat 115 unit dan di antaranya sebanyak 36 unit rumah roboh. Warga yang rumahnya roboh itu terpaksa mengungsi di kerabatnya maupun tetangganya.

Namun, kini BPBD mendirikan tenda yang dilengkapi tempat tidur dan juga dapur umum untuk para pengungsi tersebut.

BPBD Kabupaten Lebak  juga menyalurkan bantuan bahan pokok kepada warga Cikuning Jampang Desa Sudamanik yang terdampak, sekaligus  mendatangkan pakar geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

Sekertaris Camat Cimarga Sukmajaya mengatakan saat ini warganya terpaksa tinggal di tenda pengungsian sehubungan curah hujan yang cenderung meningkat dan bisa menyebabkan longsor. Apalagi, puluhan rumah warga sudah roboh sehingga sebagian warga tak punya tempat tinggal.

"Kami mengapresiasi begitu cepat BPBD melakukan tindakan nyata dengan mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum," katanya.

Sementara itu, Ketua RT 01/01 Kampung Cikuning Jampang mengatakan saat ini warga yang mengungsi di tenda BPBD antara 40 sampai 50 jiwa karena kondisi rumahnya sudah roboh akibat pergerakan tanah.

Selama ini, pergerakan tanah di wilayahnya menimbulkan ketakutan jika curah hujan tinggi, namun beruntung hingga kini belum ada korban jiwa. "Kami merasa terbantu dengan adanya lokasi pengungsian itu," katanya.



 

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2019