Musyawarah Wilayah II Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Banten menetapkan Hasbi Sidik sebagai ketua untuk periode lima tahun ke depan.

Ketua Dekopin Wilayah Banten terpilih, Hasbi Sidik, menyatakan komitmennya memperkuat organisasi dan memperluas jejaring kemitraan koperasi di Banten, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Kami berkomitmen meningkatkan kinerja organisasi, membawa kemajuan bagi anggota dan masyarakat Banten, serta membangun jaringan, mendorong inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi antar koperasi dan pelaku usaha di Banten,” kata Hasbi Sidik di Serang, Rabu.

Hasbi berharap dukungan semua pihak untuk memajukan koperasi dan UMKM di Banten, termasuk Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini masih terus dikembangkan jumlahnya.

Menurut data dinas Koperasi dan UMKM Banten, kata dia, dari total 1.551 unit KDMP yang direncanakan, sebanyak 828 lokasi atau 53 persen telah memiliki lahan terdata, sementara 723 lokasi atau 47 persen masih belum terdata.

Baca juga: Gubernur Andra Soni pastikan program prioritas presiden perkuat ekonomi

Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono yang hadir dalam Muswil II Dekopin Wilayah Banten pada Senin (16/2) di Pendopo Lama Gubernur Banten itu, menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan Dekopinwil Banten periode 2020–2025 atas kontribusi selama lima tahun terakhir.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dekopinwil Tahun 2020–2025 atas perjuangannya selama lima tahun yang penuh dinamika,” katanya.

Ia mendorong agar kepengurusan baru Dekopinwil Banten mampu memperkuat program Koperasi Merah Putih, termasuk pembentukan Toko Rakyat Serba Ada (Tora Sera) di berbagai daerah.

“Potensi ekonomi yang dimiliki daerah, khususnya di desa-desa, harus dikelola dan diorganisir secara profesional dalam wadah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Ferry.

Menurut dia, potensi tersebut akan memberikan nilai tambah apabila dikelola secara kolektif.

 “Sehingga potensi itu bisa menghasilkan nilai ekonomis yang dirasakan masyarakat desa,” ujarnya.

Baca juga: Penerima manfaat PKH Kota Tangerang diajak belanja di koperasi

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian produksi. 

“Saatnya seluruh pelaku usaha lokal memproduksi sendiri aneka kebutuhan masyarakat. Hasil produksinya diprioritaskan untuk dijual di gerai-gerai ritel Kopdes Merah Putih,” kata dia.

Menteri Koperasi juga menilai, Banten memiliki potensi ekonomi besar dan strategis, mulai dari industri dan manufaktur, perdagangan dan jasa, perikanan dan kelautan, hingga pariwisata. Kedekatan wilayah dengan Daerah Khusus Jakarta menjadikan Banten sebagai simpul distribusi nasional.

Jika seluruh potensi itu dikonsolidasikan dalam ekosistem koperasi yang modern dan terdigitalisasi, koperasi di Banten diyakini dapat naik kelas. Dalam konteks tersebut, Dekopinwil diposisikan sebagai penggerak, pengarah, sekaligus penghubung antar-koperasi.

Baca juga: Dinas Lebak sebut KDKMP jadi penggerak ekonomi pelaku UMKM

Pewarta: Mulyana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026