Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, menyebut dalam tiga tahun terakhir jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) mengalami penurunan drastis dari 162.000 KRS menjadi 43.088 KRS pada 2025.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Rabu, mengatakan penurunan jumlah KRS tersebut karena adanya intervensi melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Ia mengatakan Program Genting merupakan satu dari lima program prioritas BKKBN guna mempersiapkan Generasi Emas 2045 agar terbebas dari penyebaran stunting atau anak yang mengalami kekerdilan akibat buruknya pemasukan gizi.
Baca juga: Awal 2026, kasus stunting di Lebak naik jadi 6.300 anak
Karena itu, lanjutnya, Program Genting untuk penurunan jumlah KRS tahun 2026 membutuhkan dukungan berbagai berbagai komponen, mulai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, perusahaan swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan media.
Program Genting, menurut dia, merupakan program keroyokan atau gotong royong dan bukan hanya pemerintah saja yang menjadi orang tua asuh KRS.
Masyarakat, lanjut dia, bisa saja menjadi orang tua asuh dengan menghimpun dana yang kelak dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak serta disalurkan ke relawan Dapur Atasi Stunting (Dahsyat) yang tersebar di seluruh desa.
Baca juga: Dinkes Kota Tangerang: RS tangani segera jika ada rujukan anak stunting
Relawan dahsyat itu, kata dia, membuat aneka produk makanan berstandar gizi dan protein untuk dibagikan kepada 45.088 KRS, juga ibu hamil sebanyak 4.286 orang, 14.301 bayi usia dua tahun (baduta), dan 45.690 balita.
Mereka mendapatkan asupan gizi tersebut tergantung kondisi pemulihan ada yang 14 hari, dua bulan hingga enam bulan.
"Kami berharap Program Genting itu dapat meminimalisasi kasus KRS. Bila KRS menurun dipastikan Lebak bisa terbebas anak stunting," kata Tuti.
Sementara itu sejumlah KRS di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku mereka hingga kini mendapatkan asupan gizi berupa makanan dari Dapur Dahsyat desa setempat.
Penyaluran bantuan makanan itu bertujuan untuk meningkatkan status gizi yang baik terhadap anak -anak.
"Kami merasa lega dua anak yang awalnya mengalami gizi kurang, namun dengan adanya makanan bergizi dari Dapur Dahsyat kini kondisi tubuhnya lebih baik," kata Aminah (35) warga Rangkasbitung.
Baca juga: Dinkes Kota Tangerang: RS tangani segera jika ada rujukan anak stunting
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026