Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia mengamankan poin penuh pada laga lanjutan Proliga 2026 di GOR Voli Indoor Sport Center Sumut, Deli Serdang, Minggu setelah tim asuhan Alesandro Lodi ini menumbangkan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) 3-1 (25-17, 23-25, 25-18, 25-20).
Kemenangan ini menjadi bukti solidnya koordinasi antara pemain lokal dan legiun asing Phonska Plus dalam meredam agresivitas Megawati Hangestri dan kawan-kawan.
Phonska Plus langsung tancap gas sejak peluit awal dibunyikan. Kombinasi serangan yang dibangun Arneta Putri melalui Medi Yoku, Shella Bernadheta, serta duo asing Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko membuat pertahanan JPE kocar-kacir.
Baca juga: Skuad muda Samator sukses kalahkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi
Phonska Plus sempat memimpin jauh 15-9 di pertengahan set pertama. Meski JPE mencoba mengejar melalui aksi Megawati Hangestri dan Wilma Salas, keunggulan Phonska Plus tak tergoyahkan hingga kedudukan 24-17. Set pertama akhirnya ditutup dengan eksekusi cerdik "bola jangkit" dari Geofani yang mengubah skor menjadi 25-17.
Memasuki set kedua, tensi pertandingan meningkat. JPE yang dimotori Tisya Amallya mulai menemukan ritme permainan. Kejar-mengejar angka terjadi sangat ketat hingga posisi 8-8. Sebuah service ace dari Megawati sempat menyamakan kedudukan 10-10, bahkan JPE berbalik unggul 16-14 di pertengahan set.
Dalam posisi krusial 24-22, pelatih JPE, Bullent Karsioglu, meminta timeout untuk menenangkan anak asuhnya. Strategi ini berhasil, JPE tampil lebih fokus dan mengunci set kedua dengan skor 25-23, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Kehilangan set kedua memicu respon cepat dari Phonska Plus. Mereka langsung menekan dan unggul jauh 8-2 berkat rentetan spike dan blok dari Oleksandra Bytsenko. JPE kesulitan keluar dari tekanan, tertinggal 16-7 di pertengahan laga.
Walaupun Megawati terus berusaha memangkas jarak, dominasi Annie Mitchem di depan net sulit dibendung. Spike keras Mitchem akhirnya menyudahi set ketiga dengan skor 25-18 untuk keunggulan Phonska Plus 2-1.
Baca juga: Proliga 2026 dimulai dari Pontianak
JPE mencoba memaksakan full set dengan unggul 10-6 di awal set keempat lewat kontribusi Lana Shcherban. Namun, Phonska Plus perlahan bangkit dan menipiskan skor menjadi 12-11. Momentum berbalik saat Phonska menyamakan kedudukan 15-15 dan melesat unggul 19-17.
Upaya tekanan bertubi-tubi dari JPE di akhir set selalu kandas di tembok pertahanan Gresik yang rapat. Phonska Plus akhirnya menyegel kemenangan setelah menutup set keempat dengan skor 25-20.
Kekalahan ini menjadi catatan evaluasi bagi JPE, terutama dalam menjaga konsistensi pertahanan saat menghadapi serangan balik cepat. Di sisi lain, Gresik Phonska Plus menunjukkan kematangan mental, terutama saat tertinggal di awal set keempat.
Baca juga: Atlet voli nasional Yolla Yuliana ternyata belum pikirkan pensiun
Pelatih JPE, Bullent Karsioglu mengakui beberapa pemainnya tidak tampil karena ada masalah dengan kesehatan. Namun, pelatih asal Turki itu masih memiliki peluang untuk lolos final four.
"Kita baru menjalani tiga pertandingan. Kita masih memiliki peluang ke final four," ujar Bullent dalam keterangan resminya.
Sementara itu, pelatih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Allesandro Lodi mengatakan kalau dia sudah mempelajari kelebihan dan kekurangan lawannya sebelum ini.
"Kami sudah tahu kelebihan dan kekurangan Pertamina. Setiap bermain, kami pelajari," tambah pelatih asal Italia itu.
Baca juga: Proliga 2026 diikuti lima tim putra dan tujuh putri
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026