Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur (IKA PL) menggelar kegiatan BrotherCare yakni berbagi keceriaan kepada anak-anak penderita kanker dan pasien dialisis di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita Jakarta.
Ketua Umum IKA PL Ichsan Perwira Kurniagung kegiatan ini adalah wujud nyata semangat persaudaraan yang dianut alumni bukan hanya kepada sesama almamater tetapi juga masyarakat luas.
"Anak-anak pejuang kanker ini memberi kita pelajaran tentang keberanian. Kehadiran kita di sini adalah bentuk cinta dan dukungan untuk mereka,” kata Ichsan.
Kegiatan BrotherCare diinisiasi oleh dua komunitas alumni Pangudi Luhur yaitu BroDocs (komunitas ahli kesehatan) dan PL E-Sports (komunitas pecinta game online).
Baca juga: Ika Untirta diminta ambil peran dalam majukan bangsa
Wakil Ketua Komunitas BroDocs dr. Putu Pande menambahkan kegiatan ini menyasar anak - anak penderita kanker dan pasien dialisis berusia 5 hingga 12 tahun.
Lalu alasan pemilihan kasus kanker dan dialisis karena terapi penyakit tersebut membutuhkan pengawasan dan dukungan jangka panjang dari banyak pihak.
“Komunitas BroDocs dan PL E-Sports tergerak hati untuk berbagi keceriaan dan semangat hidup kepada anak-anak penderita kanker dan pasien dialisis. Ini kegiatan ini mungkin akan menjadi awal dari program kegiatan sosial yang akan kita lanjutkan walaupun sudah tidak lustrum lagi,” katanya,
Sementara itu rangkaian BrotherCare diantaranya dongeng dari Kak Aio yang membawa anak-anak larut dalam cerita penuh imajinasi dan nilai moral.
Baca juga: Lamhot Sinaga lantik Pengurus Pusat IKA Untirta masa bakti 2024-2029
Direktur Perencanaan dan Keuangan RSAB Harapan Kita Nola Juasnita Bermawi membenarkan adanya peningkatan jumlah pasien di pusat rujukan tersebut. “Kalau pasien secara umum anak-anak memang selalu, itu pasti ada peningkatan. Karena RSAB itu kan adalah pusat rujukan nasional ibu dan anak,” ujar Nola
Nola Juasnita juga menekankan bahwa perjuangan melawan kanker tidak hanya tentang penanganan medis, tetapi juga dukungan finansial dan psikologis. Selain dukungan materi, aspek mentalitas anak-anak pasien kanker juga menjadi fokus utama. Anak-anak membutuhkan kesempatan untuk merasa normal dan tidak terisolasi di tengah pengobatan yang berat.
Dukungan ini mencakup upaya untuk memastikan mereka tetap mendapatkan pendidikan, memiliki ruang untuk bermain, dan mendapatkan pendampingan psikologis. “Dari sisi mentalitas dari anak-anak itu. Mereka ingin merasakan apa yang dilakukan anak-anak sehat yang ada di luar RS,” tambahnya.
Baca juga: Bertemu forum alumni, rektor siap fasilitasi Mubes IKA Untirta
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2025