Tangerang (Antaranews Banten) - Aparat Polresta Tangerang, Banten, memecat enam anggota yang lalai menjalankan tugas masing-masing Bm, Sn, Pu, Rl, WS dan  Ak karena tidak masuk kerja mulai dari 134 hingga 845 hari tanpa ada penjelasan.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif di Tangerang, Senin, mengatakan enam anggota tersebut dengan pangkat brigadir dan telah menjalani sidang.

"Ini merupakan keputusan tertinggi Polri, termasuk kasus yang dialami Ak karena terlibat penipuan," kata Sabilul Alif.
 
Mantan Kapolres Jember, Jawa Timur itu menambahkan hukuman pemecatan tersebut merupakan proses panjang dan persidangan dengan menghadirkan berbagai pihak, tidak begitu saja diputuskan.

Namun pemecatan tersebut dilakukan pada upacara khusus yang digelar di Mapolresta Tangerang, kawasan Puspem Kabupaten Tangerang di Kecamatan Tigaraksa.

Namun dia mengatakan Br bolos kerja selama 790 hari, Sn (488 hari), Pu (845 hari), Rl (845 hari) dan Ws (134 hari).

Menurut dia Ak terlibat tindak pidana penipuan dalam penerimaan calon anggota polri dengan meminta uang sebesar Rp250 juta kepada keluarga korban dan menjanjikan dapat lulus dalam ujian penerimaan.

Keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Tangerang karena anaknya tidak lulus dalam ujian tersebut.

"Penerimaan anggota polri sesuai atensi pimpinan tidak dipunggut uang alias gratis, semua peserta yang lulus dan memenuhi persyaratan wajib mengikuti tahapan selanjutnya," katanya.

Sedangkan Ak dikenakan pasal 378 KUHP dan saat ini ditahan di Lapas Jambe, Kabupaten Tangerang untuk pengusutan kasus tersebut sebelum menjalani sidang di PN Tangerang.

Sabilul menambahkan, untuk menjaga kepercayaan publik kepada polri bahwa dalam penerimaan anggota gratis dan bagi siswa yang mampu dapat menjadi anggota polisi.

Bahkan pihaknya telah mendatangi sejumlah pondok pesantren agar ada anggota polisi yang hafal Alquran untuk mendaftar.


 

Pewarta: Adityawarman(TGR)

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2018