Lebak (Antaranews Banten) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebarkan surat imbauan kebakaran selama Ramadhan kepada masyarakat di daerah itu.
     
"Kita sejak sepekan terakhir ini kasus kebakaran meningkat hingga lima kasus,namun tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Sabtu.
     
Masyarakat diminta mewaspadai kebakaran selama bulan suci Ramadhan karena aktivitas memasak untuk keperluan makanan berbuka puasa dan sahur cenderung meningkat.
     
BPBD Lebak sejak sepekan terakhir menerima laporan lima kasus kebakaran.
     
Beruntung, korban kebakaran tersebut tidak memakan korban jiwa, namun diperkirakan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
     
Peristiwa kebakaran terakhir terjadi Jumat (1/6) sebuah rumah ludes dilalap "sijago merah" di Kecamatan Sajira.
     
Penyebab kebakaran itu di antaranya akibat korsleting arus pendek listrik juga kompor dan kayu bakar.
     
Apalagi, kegiatan memasak pada dini hari itu kerapkali warga lupa untuk mematikan kompor atau tungku kayu bakar sehingga memicu terjadinya kebakaran.
     
"Kami minta warga teliti jika sudah memasak dan memperhatikan kompor dan kayu bakar agar dimatikan," katanya.
     
Menurut dia, pihaknya menyebarkan surat imbauan kepada masyarakat guna mencegah terjadi kebakaran selama Ramadhan.
     
Biasanya,kasus kebakaran pada bulan Ramadhan meningkat.
     
BPBD juga menyiagakan personel dan relawan untuk melakukan evakuasi jika terjadi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.
     
Selain itu juga dipersiapkan kendaraan kebakaran (damkar), pakaian anti api untuk melakukan evakuasi di lokasi bencana kebakaran.
     
"Kami meminta warga tetap waspada kebakaran selama Ramadhan," ujarnya menjelaskan.

Baca juga: BPBD Lebak Catat 261 Rumah Terendam Banjir

Pewarta: Mansyur

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2018