Asian Games Hangzhou akan menjadi edisi Asian Games paling ramah lingkungan sekaligus tercerdas yang pernah digelar, demikian dikatakan Vinod Kumar Tiwari, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA).

"Infrastruktur dan stadion dirancang sepenuhnya ramah lingkungan. Kami melihat hampir semua mobil di sini adalah kendaraan listrik. Hal ini mungkin akan menjadi pionir untuk Asian Games mendatang," kata Vinod Kumar Tiwari kepada Xinhua, seraya menambahkan bahwa negara-negara lain dapat belajar dari konsep yang diperkenalkan oleh Asian Games Hangzhou tersebut.

Pejabat OCA itu juga terkesan dengan kemudahan aplikasi digital yang digunakan di Asian Games Hangzhou.

Baca juga: Timnas voli Indonesia dapat lawan berat di 12 besar Asian Games

"Hal yang paling mengesankan adalah tidak ada yang menggunakan uang tunai di sini, dan mereka membayar via ponsel. Yang kedua adalah kartu akreditasi. Anda hanya perlu berjalan masuk dan foto Anda akan muncul. Anda tidak perlu memindai kode batang Anda atau apa pun itu," kata Tiwari, seraya menambahkan bahwa Asian Games tidak hanya tentang kompetisi dan olahraga, tetapi juga pertukaran budaya.

 "Ini adalah salah satu tempat paling indah yang dapat Anda temukan di Hangzhou," kata Tiwari, yang juga seorang pembawa obor, tentang Danau Barat (West Lake) Hanghzou.

"Ketika kami menggelar Asian Games pada 2006 di Qatar, nama Doha masih asing bagi banyak orang, tetapi kota itu kini menjadi sebuah pusat olahraga.

"Kompetisi ini membuat Hangzhou menjadi kota yang dinamis dan membawanya ke kancah internasional. Saya yakin bahwa ketika kami selesai menggelar pesta olahraga di Hangzhou ini, kota ini akan menjadi pusat olahraga tidak hanya di China, tetapi juga di seluruh Asia," ujar Tiwari.

Baca juga: Timnas Indonesia menyerah 0-1 dari Taiwan
Baca juga: Fajar/Rian didorong bisa kembali ke performa terbaik

Pewarta: Xinhua

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023