Rumah panggung termasuk yang berasal dari Bumi Sriwijaya, Sumatra Selatan bisa menjadi inspirasi pada bangunan modern pada saat ini.

"Tidak akan lekang oleh waktu, bisa diterapkan untuk bangunan modern," kata Koordinator Webinar Arsitektur Rumah Panggung Bumi Sriwijaya Bambang Sutrisno, IAI di Jakarta, Kamis.

Webinar ini diikuti sekitar 700 partisipan di seluruh Indonesia dan juga dihadiri Co Founder dan CEO PT Kenari Djaja Prima Hendra B Sjarifudin, Direktur PT Kenari Djaja Prima Hendry Sjarifudin, Pemimpin redaksi majalah ASRINESIA Sri Murdiningsih, Koordinator Webinar Bambang Sutrisno.



Dalam sambutannya, Bambang mengatakan seminar virtual Arsitektur Rumah Panggung Bumi Sriwijaya merupakan bentuk partisipasi pihaknya dalam turut menyebarluaskan informasi tentang artisitek dan arsitektur kepada masyarakat.

Arsitektur dimasa Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan tampil merata dalam bentuk rumah panggung dengan atap Limasan dan ukiran seni yang bermakna. 

"Hal ini membuktikan kehidupan masyarakat saat itu sudah mengenal fungsi bangunan sebagai hunian maupun tempat kegiatan ritual mereka," ucap Bambang.

Selaras dengan kemajuan jaman, arsitektur dari Bumi Sriwijaya ini diharapkan eksis dalam metamorfosa kekinian yang menjunjung keluhuran ‘filosofi dan kelokalannya’. 
Kebanyakan bangunan tradisional seperti ini memiliki latar belakang kesamaan sejarah di seluruh pelosok Sumatera Selatan, seperti yang diteliti oleh Arsitek Dr. Ari Siswanto IAI, yang juga pegiat pelestarian arsitektur dan budaya Bumi Sriwijaya.

Data Rumah ‘Wong Kito’ didokumentasikan dalam buku-buku yang memperlihatkan keistimewaan rumah tradisional serta adatnya sebagai pedoman pelestarian dan pengembangan arsitekturnya. 
Filosofi arsitektur yang luhur ini menggugah kecintaan pada potensi sejarah masa lalu yang dapat diterapkan dalam beberapa karya dari Arsitek Iskandar, MT, IAI, HDII.

Rumah Palembang dengan keindahan arsitektur dan interiornya perlu terus dibangun kembali dalam melakukan pelestarian, restorasi, dan pengembangan inovasi agar tetap bermanfaat dalam menampilkan jejak Arsitektur Nusantara yang khas Sumatera Selatan.

Cerita tentang keindahan, keluhuran dan potensi budaya termasuk Arsitektur sejak jaman Sriwijaya yang bisa jadi daya tarik pariwisata Indonesia, disampaikan Arsitek senior Yori Antar IAI, AA, yang telah menelusuri berbagai peninggalan budaya nenek moyang kita. 

Pengalamannya berkeliling pelosok Indonesia dan negara lain memberi informasi inspiratif tentang merawat situs sejarah, termasuk pemanfaatan karya-karya adiluhung di bumi Sriwijaya, sebagai potensi peninggalan arsitektur yang harus terus diperkenalkan. 

Keserasian dan keindahan arsitektur Rumah Panggung dari Bumi Sriwijaya dibahas dalam seminar virtual dengan moderator Ar DR.Ir. Zuber Angkasa IAI, memandu dialog antara narasumber dengan peserta dari kalangan profesional, akademisi, pelaku pembangunan, dan masyarakat pemerhati arsitektur.

Seminar Arsitektur Rumah Panggung Bumi Sriwijaya ini memberi tambahan pengalaman tentang kekayaan arsitektur nusantara di Sumatera Selatan. 

Membahas Arsitektur Bumi Sriwijaya sebagai potensi budaya Nusantara, tidak terlepas dari pengamatan dan keahlian para Arsitek yang tergabung di Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sumatera Selatan, sebagai institusi yang kompeten melakukan penelitian, pelestarian melindungi bangunan bersejarah hingga pemanfaatan pengembangannya pada arsitektur masa kini.




 

Pewarta: Ridwan Chaidir

Editor : Ridwan Chaidir


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023