Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Jumat (24/02), menggelar kegiatan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah kepada puluhan pelajar perwakilan dari SMK YP 17 Cilegon.

Kegiatan edukasi dilakukan dalam rangka membangun kesadaran perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah, baik kepada para siswa pelajar maupun para guru untuk juga bisa ditularkan dan diterapkan di lingkungan keluarganya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Cilegon Rully Kusumawardhany, menjelaskan edukasi PHBS di sekolah seperti tentang kebersihan jamban, kebersihan ruang kelas, penyediaan sarana fasilitas cuci tangan, tempat sampah serta pola makan dan makanan yang sehat disekolah sangat penting diberikan, dalam upaya menekan tren perubahan penyakit tidak menular dari usia tidak produktif kepada kalangan usia produktif.
Dok.Dinkes Kota Cilegon (Susmiatun Hayati)

"Jadi kami memberikan edukasi PHBS di sekolah kepada para pelajar dan guru dari SMK YP 17 Cilegon. Tujuan nya yakni dalam rangka melakukan pencegahan penyakit melalui hal-hal yang bisa kita upayakan. Seperti misalnya menjaga kebersihan jamban, penyediaan tempat cuci tangan, tempat sampah, kebersihan kelas termasuk juga terhadap pola makan dan makanan yang kita konsumsi.  Kenapa? Karena saat ini, tidak sedikit kalangan usia produktif seperti pelajar banyak terkena penyakit diabetes melitus, obesitas, jantung, ginjal, darah tinggi dan beberapa gejala penyakit lainnya yang semestinya dialami usia kalangan tidak produktif akibat tidak memperhatikan kebersihan dan kesehatan makanan nya," kata Rully.

Padahal menurut Rully pencegahan lebih baik dilakukan, ketimbang sampai terkena penyakit yang harus mengeluarkan biaya dan waktu lebih banyak untuk pengobatan maupun penyembuhan.

Tak hanya kepada para pelajar, untuk menjalankan PHBS di sekolah Rully juga mengajak kepada para Kepala sekolah agar rajin melakukan pengawasan terhadap jajanan sekolah yang dicurigai mengandung zat berbahaya.

"Jadi kami juga melalui UPT Puskesmas itu menyiapkan tim UKS yang bisa keliling ke sekolah-sekolah. Jadi pihak sekolah jangan segan untuk misalnya melaporkan jika menemukan jajanan yang dicurigai tidak sehat. Itu bisa lapor ke Puskesmas untuk kemudian diambil sampelnya,' Jelas Rully.

Pewarta: Susmiatun Hayati

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023