Lebak  (Antara News) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten melakukan sosialisasi pendirian sarana tempat ibadah di daerah itu. 

Kasubag Kerukunan Umat Beragama dan Hukum Kementerian Agama Provinsi Banten Damanhuri, Minggu, mengatakan, kegiatan sosialisasi ini berdasarkan peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negeri nomor 9 tahun 2006 tentang pendirian tempat ibadah.

Pendirian rumah ibadah tersebut minimal ada izin lingkungan dari masyarakat setempat.

Selanjutnya, izin lingkungan itu dijadikan rekomendasi mulai tingkat pemerintahan desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota madya.

"Apabila izin tempat ibadah itu ditempuh prosedur yang benar melalui persetujuan izin lingkungan dipastikan tidak ada masalah, Namun, sebaliknya jika tidak ada izin lingkungan maka tidak boleh mendirikan tempat ibadah," katanya.

Menurut dia, kegiatan sosialisasi peraturan bersama menteri itu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya perwakilan umat beragama tentang peraturan mendirikan tempat ibadah.
 
Dengan sosialisasi ini, ujar dia, untuk memperkuat silaturahim antarumat beragama juga dapat meredam sejak dini jika terjadi gejolak dalam pendirian rumah ibadah.

"Kami memberikan apresiasi antarumat beragama di Banten kondusif dan damai," katanya.

Sekertaris FKUB Kabupaten Lebak Ahmaf Khudori mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi pendirian tempat ibadah dengan tokoh agama lainya, seperti umat kristiani, hindu, budha dan konghucu.

Selama ini, kebersamaan antaragama di kabupaten Lebak berjalan dengan baik dan penuh kedamaian tanpa terjadi gesekan maupun perpecahan.

Sebab agama mengajarkan kebaikan, kasih sayang dan memperat persaudaran.

Selain itu juga saling toleransi dan menghormati serta menghargai keyakinan masing-masing.

"Kita saling menghormati soal peraturan menteri bersama itu dengan bersampingan tanpa kecurigaan dan dendam serta kebencian," ujarnya.

Ia menyebutkan, pihaknya memfokuskan dialog untuk membangun toleransi kehidupan antaragama di daerah ini,termasuk pendirian tempat ibadah.

Pada dasarnya tidak ada masalah jika pendirian sarana tempat ibadah tersebut memperoleh izin lingkungan yang direkomendasikan ke kebupaten.

"Kami mendukung tempat ibadah agama apapun bila mengantongi izin dari pemerintah daerah juga izin lingkungan berdasarkan peraturan bersama menteri nomor 9 tahun 2006," katanya.

Pewarta: Mansyur

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2015