USG Education lembaga pendidikan dengan akses universitas di luar negeri menjalin kerja sama dengan yayasan HOPE dan HIPMI Jaya untuk mengenalkan siswa dengan industri kreatif.

"Kita kerja sama kolaborasi agar siswa punya pengalaman saat lulus kelak," kata Presiden Direktur USG Education, Adhirama Gumay dalam ajang UIC (UIC College Australia) for HOPE Festival di Neo Soho Central Park, Jakarta Barat, Jumat.

Baca juga: Pemkot Tangerang terima bantuan 250 paket peralatan sekolah dari Indomaret

Siaran pers, Jumat, menyebutkan HOPE didirikan tiga wanita Wulan Guritno, Amanda Gratiana Soekasah, dan Janna Soekasah Joesof merupakan yayasan sosial yang menghimpun dana dengan berjualan gelang dari kain bekas.

Ajang UIC for HOPE Festival menampilkan karya kreatif lintas generasi di bidang busana, desain, dan musik untuk memberikan pengalaman dunia kerja bagi siswa USG Education.

Kegiatan yang berlangsung tanggal 17 hingga 19 Juni 2022 diikuti 100 siswa dari tiga kampus USG Education yang berlokasi di Pondok Indah Jakarta Selatan, Kelapa Gading Jakarta Utara, dan BSD City Kabupaten Tangerang.

Ketua Umum HIPMI Jakarta Barat, Rika Amelia mengatakan pendidikan inklusif dengan melibatkan pengetahuan di bidang lingkungan dan warisan budaya sudah sepatutnya diperkenalkan sejak dini kepada siswa perguruan tinggi.

"Generasi muda memegang peranan penting sebagai promotor prilaku budaya bangsa. Kami dari HIPMI Jaya memberikan ruang terbuka bagi siswa USG Education untuk mengomunikasikan aksi kreatif, inovatif, dan sosial ke kancah global," tutur Rika.

UIC for HOPE Festival juga akan menggelar perancang busana dari tiga generasi yakni Ghea Panggabean, Amanda Janna, dan Rinda Salmun bertemakan "reinventing heritage" atau menciptakan kembali warisan. Ketiganya dikenal dengan rancangan bertema budaya Indonesia.

Tiga desainer ini akan bersanding dengan karya desain siswa USG Education yakni dari Beverly Hanson, Jennifer Patricia, Patricia Saputra, dan Graciella Violetta.

Kemudian festival ini juga diramaikan dengan tiga musikus terkemuka yakni Reza Artamevia, band konspirasi dan band flower generation: Doddy Soekasah & Friends "The Raidy Noor Experience.

Kegiatan lain dalam fesitval ini adalah malam lelang melibatkan kolaborasi seniman Salvita Salim De Corte, Erica Hestu Wahyuni, dan Samira LJ Rolloos serta siswa USG Education yang hasilnya akan disumbangkan untuk Rumah Singgah Respon cepat Badan Darurat Kemanusiaan yang dikelola sekumpulan mahasiswa di Tangerang, Banten.

Kegiatan ini juga didukung Gelang Harapan melalui lelang karya seni yang hasilnya diumumkan pada malam penutupan acara pada Minggu (19/6).

Kepala USG Education Kampus BSD City Almee Sukesna berharap kegiatan ini bisa menghasilkan talenta muda yang memiliki jiwa kewirausahaan serta bisa mempromosikan industri kreatif ke dunia internasional.

"Kemampuan akademisi siswa seharusnya diiringi dengan soft skill untuk membangkitkan rasa empati dan kasih sayang. Hadirnya festival ini akan memberi pengalaman kepada siswa mengenai dunia nyata," tutur Almee.

Pewarta: Sambas

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2022