Miami Heat menyampaikan pesan yang jelas bahwa mereka belum mengibarkan bendera putih meskipun kini berada dalam situasi tertinggal 2-3 dari Boston Celtics dalam seri final Wilayah Timur NBA, setelah kalah 80-93 pada Gim 5 di FTX Arena, Florida, Rabu (25/5) waktu setempat.

Heat kesulitan mencari solusi atas solidnya pertahanan yang digalang Celtics pada Gim 5 dan hanya mampu mengkonversi 32 persen percobaan terbuka mereka.

Baca juga: Kalahkan Mavericks, Warriors unggul 2-0 di final Wilayah Barat

Ini juga menjadi pertandingan kedua beruntun Heat tak diperkuat Pemain Cadangan Terbaik NBA 2021-22 Tyler Herro yang masih dibekap cedera pangkal paha, sementara beberapa pemain lain juga kondisinya sempat diliputi tanda tanya sebelum tepis mula Gim 5.

Terlepas dari segala situasi di luar lapangan itu, pelatih kepala Heat Erik Spoelstra menegaskan timnya tidak akan bersembunyi dari kekalahan dan mencari-cari alasan.

"Kami tidak akan mengarahkan telunjuk ataupun mencari-cari alasan," katanya selepas pertandingan dikutip dari situs resmi NBA, Kamis.

"Boston mengalahkan kami malam ini. Dan mari kita perjelas, ada beberapa pemain yang jauh dari kondisi 100 persen di kedua belah pihak," ujar Spoelstra menambahkan.

Heat kini tertinggal 2-3 dari Celtics dan dihadapkan pada situasi wajib menang untuk Gim 6 nanti.

Meski berada dalam situasi terdesak, center Bam Adebayo, yang pada Gim 5 jadi penampil terbaik Heat lewat torehan dwiganda 18 poin dan 10 rebound, belum mau mencoret peluang timnya.

"Kami masih punya kesempatan. Kami harus memainkan pertandingan tersisa. Kami masih ingin menang," katanya.

Optimisme serupa juga disuarakan oleh Jimmy Butler, yang dalam dua pertandingan terakhir jadi korban solidnya pertahanan Celtics hanya diizinkan mengkonversi 21,4 persen percobaan terbuka pada Gim 4 dan 22,2 persen untuk Gim 5.

"Kami tahu betul apa yang bisa kami lakukan," kata Butler.

Gim 6 akan dimainkan di kandang Celtics di TD Garden, Massachusetts, pada Jumat (27/5) dan sejarah mencatat mereka dua kali berada dalam posisi yang sama untuk mengunci tiket Final NBA pada 2012 dan 2018.

Pada 2012 mereka sudah unggul 3-2 atas Heat, tapi kalah pada Gim 6 dan 7. Sedangkan pada 2018 Celtics kalah di Gim 7 melawan Cleveland Cavaliers.

Kesamaan dari 2012 dan 2018 adalah keberadaan LeBron james di Heat dan Cavaliers. Butler, yang diakui semua orang menjadi tulang punggung utama Heat saat ini, harus bisa mengulangi peranan James apabila ingin mengantarkan timnya ke Final NBA kedua dalam tiga musim terakhir.

"Apabila Anda ingin menerobos dan merebut tiket ke final, Anda harus melakukan beberapa hal yang luar biasa sulit," tutup Spoesltra.

Pewarta: Gilang Galiartha

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2022