CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady mengatakan selalu berpegang kepada filosofi bisnis dalam memasarkan produk properti yakni harus bisa memberi manfaat kepada masyarakat untuk mempermudah kehidupan.

“Filosofi keberhasilan bisnis Lippo adalah untuk memberi manfaat kepada masyarakat untuk mempermudah kehidupan. Kami menciptakan value dan wealth bagi konsumen melalui kepemilikan rumah yang merupakan tabungan terbesar bagi keluarga," kata John dalam keterangan tertulis, Kamis.

Dia mencontohkan seseorang membeli rumah dengan skema cicilan maka dalam jangka waktu 10 tahun cicilan rumah akan selesai dan saat itu harga rumah sudah berlipat ganda. 

"Rumah itu menjadi berharga karena menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh keluarga dan secara price value sudah menjadi investasi yang sangat baik.” ujar John.

John sependapat bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional 5% dapat tercapai, seiring dengan meningkatnya kinerja sektor properti, terkait hal itu LPKR melakukan transformasi; bukan hanya menjual rumah tetapi inovasi. 

"Konsep dasar LPKR adalah memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk dapat memiliki rumah. Maka kami berinovasi membuat desain rumah yang indah dan fungsional dengan harga terjangkau. Kami memperhatikan kebutuhan konsumen dengan gaya hidup new normal dan kami mencocokkan desain rumah dengan kebutuhan tersebut," kata John.
 
Inovasi LPKR dalam menciptakan hunian terjangkau yang memenuhi kebutuhan pasar terbukti dari peluncuran Cendana Homes Series pertama pada 11 Juli 2020 yang berhasil menoreh prestasi di tengah masa pandemi – dengan total 324 unit sold out dalam waktu 4 jam dan mengalami oversubscribed. 

Hingga Semester II/2021, LPKR terus meluncurkan 8 klaster Cendana Homes Series dan 2 klaster komersial. Keberhasilan strategi ini membuahkan angka pra penjualan sebesar Rp4,2 triliun bagi LPKR dan melampaui target sebelum menutup tahun 2021. 
 
Diperkirakan kinerja positif LPKR masih berlanjut ke depannya mengingat Pengamat properti senior Panangian Simanungkalit memprediksi kinerja sektor properti di tahun 2022 akan positif – terlebih dengan membaiknya kondisi perekonomian Indonesia. 

“Properti adalah gerbong lokomotif bagi perekonomian suatu negara.  Apabila di tahun 2022 ekonomi Indonesia bisa bertumbuh di atas 5% maka sektor properti akan tumbuh hingga 15% terutama didukung oleh rumah tapak,” kata Panangian.
 

Pewarta: Ganet Dirgantoro

Editor : Ridwan Chaidir


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021