Pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI Cipayung Richard Mainaky menilai pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti punya motivasi yang semakin berkembang menjelang keberangkatan ke Olimpiade Tokyo 2020.

Menurut Richard, motivasi itu tumbuh setelah ganda campuran Indonesia satu-satunya di Olimpiade Tokyo itu dikalahkan dari juniornya pada turnamen simulasi 16-17 Juni.

Baca juga: Bulu tangkis - Bali jadi tuan rumah Leg Asia 2021 pada November

"Saya merasa makin ke sini, Jordan/Melati makin termotivasi. Contohnya sekarang Melati setelah selesai program latihan maunya menambah program khusus. Begitu juga dengan Jordan, ia selalu minta start lebih awal di latihan sorenya," tutur Richard melalui rilis resmi PBSI di Jakarta, Rabu.

Ia pun optimistis Jordan/Melati bisa menyumbang prestasi untuk Merah-Putih di Olimpiade dan menjadi penerus Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di sektor ganda campuran.

Pada proses latihan, ia mengungkapkan bahwa tidak ada perubahan yang signifikan dalam menu latihan yang diberikan kada Owi/Butet kala membawa pulang medali emas di Olimpiade Rio 2016.

"Untuk menu latihan tidak banyak perubahan dari saat Owi/Butet. Tetapi ada penyesuaian khusus karena setiap individu punya kebutuhan yang berbeda. Yang berubah mungkin intensitasnya saja, saya harus pintar menjaga bentuk mereka karena di pandemi ini kondisinya bisa naik-turun seiring tidak adanya pertandingan," Richard menjelaskan.

Selain Jordan/Melati, Richard juga sudah menyiapkan regenerasi bagi dirinya sendiri. Richard menunjuk Nova Widianto asistennya untuk mendampingi pasangan tersebut bertarung di Olimpiade Tokyo 2020.

"Saya rasa dia (Nova) sudah siap untuk ke Olimpiade. Ikatan dengan Jordan/Melati juga bagus karena dia yang bawa juara Denmark (2019), Prancis (2019) dan All England 2020," pungkasnya.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021