Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh bersama Stasiun Pertanian Kelas I Banda Aceh memusnahkan puluhan ekor ayam selundupan dengan nilai mencapai Rp2 miliar.

Pemusnahan ayam diduga dari Thailand tersebut dilakukan di Instalasi Karantina Pertanian Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh di Blangbintang, Aceh Besar, Selasa.

Pemusnahan puluhan ekor ayam tersebut dilakukan dengan cara menyuntik mati lalu membakarnya. Ayam-ayam dengan harga berkisar Rp20 juta hingga Rp50 juta tersebut dimusnahkan karena positif terjangkit virus flu burung.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh Safuadi mengatakan ayam yang dimusnahkan tersebut sebanyak 89 ekor. Puluhan ekor ayam tersebut hasil penindakan penyelundupan di perairan ujung Kabupaten Aceh Tamiang.

"Puluhan ekor ayam tersebut dibawa kapal tanpa nama. Dari penindakan tersebut turut diamankan tiga tersangka, seorang di antara residivis, pernah melakukan perbuatan serupa. Ketiga tersangka ditahan penyidik bea cukai," kata Safuadi.

Safuadi mengatakan pemusnahan puluhan ekor ayam tersebut untuk menyelamatkan ancaman kesehatan masyarakat. Sebab, ayam-ayam selundupkan tersebut terjangkit virus flu burung yang bisa menular kepada manusia.

"Kalau ayam-ayam ini tidak dimusnahkan, bahayanya untuk kesehatan manusia. Jika menular, biaya penanganannya lebih mahal. Karena itu, menjadi tugas bea cukai sebagai protektor," kata Safuadi.

Pemusnahan ini juga menjadi edukasi kepada masyarakat untuk tidak memelihara binatang yang tidak terjangkit penyakit. Apalagi dari luar negeri tanpa melalui pemeriksaan kantor karantina, kata Safuadi.

Selain puluhan ekor ayam, kata Safuadi, juga ada tiga ekor kura-kura kuning. Kura-kura tersebut tidak dimusnahkan karena hasil pemeriksaan tidak membawa virus.

Nantinya, kura-kura tersebut diserahkan kepada lembaga khusus menangani satwa seperti BKSDA atau Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Sebab, kura-kura tersebut bukan hewan asli Aceh. Kura-kura ini sifatnya invasif yang bisa merusak ekosistem di Aceh," kata Safuadi.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Kelas I Banda Aceh Ibrahim menegaskan puluhan ekor ayam tersebut harus dimusnahkan karena terjangkit virus. Jika tidak dimusnahkan, maka bisa menulari ayam yang ada di Aceh.

"Ayam-ayam tersebut harus dimusnahkan karena terjangkit virus flu burung. Virus ini juga bisa menular kepada manusia. Ada dua ayam yang selama ini kami di instalasi mati setelah tertular virus dari ayam tersebut," kata Ibrahim.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021