Serang (ANTARABanten) - Taman Bacaan Rumah Dunia kembali akan menggelar "Ode Kampung" ke IV yang akan diselenggarakan pada 9 hingga 12 Desember 2010, dengan tema kegiatan lebih menitikberatkan pada pertunjukan seni sastra dan teater.

Pendiri Taman Bacaan Rumah Dunia Heri Hendrayana Harris alias Gol A Gong di Serang, Minggu mengatakan, "Ode Kampung" merupakan sebuah ruang pertemuan seniman atau komunitas seni antarindividu, intraindividu, bahkan antar komunitas se-Indonesia yang diinisasi oleh Taman Bacaan Rumah Dunia sejak Februari 2006 lalu, berupa temu sastrawan se-Indonesia.

"Ode Kampung" adalah nyanyian sedih, karena kampung atau daerah ditinggalkan orang-orang terbaikknya. Kami sebagai budayawan atau seniman ingin membangkitkan spirit membangun kampung dengan kemampuan yang kami miliki," kata Heri Hendrayana Harris.

Ia mengatakan, Rumah Dunia sejak pertama didirikan 12 Juni 2006 lalu, berkonsentrasi mencerdaskan dan membentuk generasi baru di Banten khususnya, dengan harapan spiritnya bisa berkembang ke nusantara. Rumah Dunia yang berlokasi di kampung Ciloang, Serang-Banten mengajak dan mengingatkan, agar spirit kampung seperti  istilah ?gotong-royong?, ?dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung?, "ringan sama dijinjing, berat sama dipikul? terus dilestarikan, tidak terpengaruh budaya kota yang individual.

Menurut Gol A Gong, Ode Kampung I  yang telah dilaksanakan bertema "Temu Sastrawan se-Indonesia" pada Ferbuari 2006 lalu, kemudian, Ode Kampung II "Temu Komunitas Sastra se-Indonesia" pada Juli 2007,  yang menghasilkan pernyataan sikap terkait kesusasteraan dengan ditandatangani lebih dari 200 sastrawan se-Indonesia, lalu Ode Kampung III "Temu Komunitas Literasi" pada 5 sampai 7 Desember 2008 dengan tema "Gerakan literasi lokal menuju Indonesia Membaca".

"Rumah Dunia kembali menyelenggarakan Ode Kampung IV lebih menitikberatkan pada pertunjukkan seni sastra dan teater. Diselenggarakan pada 9 hingga 12 Desember 2010 di Taman Budaya Rumah Dunia," kata Heri.

Kegiatan tersebut akan dimulai pada Kamis 9 Desember 2010 dengan kegiatan pembuka berupa pelatihan teater dengan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan guru-guru kesenian serta peserta perwakilan dari sekolah, komunitas, dan kampus. Sedangkan kegiatan hari kedua dimulai dengan bedah buku ?Saatnya Baduy Bicara? karya Asep Kurnia dan Sihabudin dan salah seorang warga baduy akan menjadi nara sumber. Sedangkan kegiatan terakhir diisi dengan wisata kuliner khas Banten, wisata Ziarah ke Banten Lama dan wisata kampung ke "Eco Village" di Teluk Banten.

"Seperti biasa, kami mengundang para peserta kegiatan tersebut dari seluruh wilayah Indonesia, terutama kalangan seniman dan sastrawan atau komunitas literasi," kata Heri Hendrayana Harris.

Pewarta:

Editor : Ganet Dirgantara


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2010